Aveliansyah’s Weblog

June 9, 2009

UNTUK SAHABATKU MAHASISWA GEOLOGI UNIVERISTY MALAYSIA SABAH

Filed under: 1 — aveliansyah @ 4:49 pm

ketika mendengar tentang keluhan yg disampaikan sahabatku nisa melalui FB mengenai sikap orang indonesia terhadap mereka, aku langsung menulis ini untuk memberikan beberapa pandanganku terhadap permasalahan ini.

1. permasalahan
masalah yg sedang dbahas adalah : comment miring dan juga kasar terhadap mhs geologi UMS di sebuah album foto di facebook.

2. pandangan avel :
ketika mendengar kabar bahwa kami akan kedatangan teman2 dari geologi malaysia sabah, aku sangat senang karena kami akan memiliki teman dari luar negeri…
tapi….
pada saat itu juga ak bingung, karena mereka adalah warga malaysia..
jujur, akhir2 ini ak sangat marah terhadap NEGARA MALAYSIA, bagaimana tidak :

1. pulau sipadan dan ligitan ku telah dirampas
2. saudara2 ku yang bekerja sebagai TKI disiksa dengan kejam
3. kebudayaan ku diakui, seperti batik, reog ponorogo, lagu rasa sayange, dan masih banyak lagi
4. manohara (khusus untuk ini aku punya padangan lain)
5. dan terakhir yang membuat aku sangat marah adalah kasus ambalat.. pulau nan kaya akan sumberdaya minyakbumi ingin dicuri lagi dari kami…


..kemudian aku merenung..
sebagai warga negara indonesia, aku tidak boleh bersikap santai dan cuek terhadap masalah ini, apalagi berpura2 tidak tahu apa2..
akan tetapi sebagai tuan rumah, aku harus melayani dan menghormati tamu, Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita untuk menghormati tamu, Nabi Ibrahim telah mencontohkan bagaimana beliau sangat baik memperlakukan tamu..
alangkah malunya aku sebagai umat muslim jika tidak menghormati tamu, padahal para nabi mengajarkan bagaimana kita harus memperlakukan tamu dengan sebaik2nya..
“tapi tamu ini adalah orang malaysia!!!!”
“lalu kenapa? apa bedanya?”
bahkan orang yahudi buta yg selalu menghina nabi Muhammad saja, dibalas dengan perlakuan bijak oleh Nabi, beliau selalu menyuapi yahudi buta tersebut setiap harinya..
maka dari itu aku dan teman2 geologi UNDIP lainnya memutuskan harus menjamu tamu dengan sebaik mungkin, dengan alasan :
1. perintah Nabi
2. mereka adalah tamu
3. mereka mahasiswa yang tidak terlibat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah mlaysia
4. kami tidak boleh men generalisir bahwa semua orang malaysia jahat, itu pemikiran yg salah


kami memutuskan untuk menyambut mereka dengan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan kami, akan tetapi sebagai warga negara indonesia yang peduli terhadap negaranya maka kami juga tidak boleh “pura2 tidak tahu” terhadap masalah yg sedang terjadi, sehingga yg dilakukan hanya MEMPERKUAT JATI DIRI BANGSA!!!!
sangat tidak bijak ketika kita berlaku konfrontatif terhadap mereka, selama ini kita memang cenderung melupakan identitas bangsa kita, tapi ketika identitas itu dicuri dan diakui orang lain, barulah kita marah.
malaysia memang salah, kita memang marah dengan malaysia!
tapi, khusus untuk kasus kunjungan UMS, kita tidak usah negatie thinking, mereka datang dengan niat baik (InsyaAllah), untuk menunjukkan kebanggaan kita terhadp negara adalah dengan MENUNJUKKAN IDENTITAS BANGSA!!

1. kami berseragam batik, menunjukkan bahwa kami cinta budaya kami, dan inilah pakaian kami…
2. makanan khas jawa, seperti soto, jajanan pasar..
3. sambutan dengan tarian jawa,..
aku pikir hal itu lebih baik dilakukan dibanding kita menghujat mereka…

overall, kami sangat senang dengan kunjungan mereka, kampus kami liburkan untuk hari itu, semua mahasiswa undip menyambut dengan senyum, mahasisa geologi ums juga datang dengan baik, ramah, santun dan sopan sehingga kita cepat sekali akrab…
kita berdiskusi, kita bernyanyi, kita menari bersama..
sungguh mengesankan…
malamnya kami makan2 bersama sampai jam 2 dini hari, seakan2 ngantuk nggan datang menghinggapi kami..
kita bertukaran uang..
kami pun sangat rindu dengan nuansa malam keakraban itu..

indonesia – malaysia sekarang memang terjadi konflik, akan tetapi aku yakin, jika kedua belah pihak mau untuk saling mengerti, saling berfikir positif, melupakan pengalaman buruk masa lalu, dan berfikir untuk menyongsong hari depan yg lebih baik , maka sudah seharusnya hubungan persaudaraan ini baik kembali.
dan hubungan yg baik itu, hubungan yg saling menghargai itu, telah dimulai oleh kami (mahasiswa geologi undip-mahasiswa geologi ums).
..
salam semut-pun telah menjadi sebuah ikatan persahabatan kami
(ada yg punya fotonya = ketika aku dan hardiansyah salam semut)

kita akan terus bersahabat baik kawan, karena dengan izin Allah, maka kita-lah yg akan memperbaiki hubungan antar negara kita kelak
Amin

4511_87130433959_831303959_1781161_963780_n

June 3, 2009

PROFIL HMTG MAGMADIPA

Filed under: 1 — aveliansyah @ 5:07 am

Nama Lembaga : Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi MAGMADIPA (HMTG MAGMADIPA )

Alamat : Kampus Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Sejarah :
Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi MAGMADIPA merupakan lembaga kemahasiswaan internal kampus yang dinaungi oleh Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Setelah melalui proses yang sangata panjang, maka pada tanggal 28 Desember 2004, dengan kebulatan tekad dan niat seluruh mahasiswa Teknik Geologi akhirnya terselenggaralah Musyawarah Mahasiswa Teknik Geologi yang kemudian mengesahkan beberapa keputusan penting meliputi AD/ART, Program Kerja dan Pemilihan Ketua HMTG MAGMADIPA. Terselenggaranya Musma Geologi ini merupakan berkat peran serta dari seluruh mahasiswa Teknik Geologi, Dosen Pembimbing, BEM, maupun Senat. Selanjutnya, pelantikan pada tanggal 31 Januari 2004 merupakan momen pengukuhan HMTG MAGMADIPA.

Lambang :
LOGO HMTG

Arti Lambang :
Tulisan
a. Menghadap Vertikal : menunjukkan huruf HM ( Himpunan Mahasiswa)
b. Menghadap horizontal : menujukkan huruf TG ( Teknik Geologi )
c. UNDIP : singkatan dari Universitas Diponegoro, Universitas dimana kita berada
d. Teknik Geologi : menunjukkan nama Program Studi kita, Teknik Geologi
e. Magmadipa : menunjukkan nama HMTG.
MAGMADIPA berasal dari dua kata, yaitu : Magma dan Dipa
- Magma artinya : cairan silika panas yang berada didalm perut bumi. Merupakan istilah yang terdapat dalam ilmu Geologi.
- Dipa, diambil dari kata ” Diponegoro”.
Bentuk Elips
a. Mengartikan Angka nol.
b. 4 padat berwarna biru, menunjukkan tahun berdirinya HMTG MAGMADIPA
Gambar Bumi
Menunjukkan objek studi Geologi, yaitu mempelajari bumi dan seluruh aspek-aspek yang menyusun bumi.

avel
Warna Jaket Jurusan :
a. Warna Hitam pada tulisan HMTG melambangkan warna batu yang menggambarkan sifat mahasiswa Teknik Geologi yang selalu bekerja keas dan kokoh dalm pendirian.
b. Warna Biru melambangkan warna identitas Fakultas Teknik.
c. Warna Emas Kecoklatan melambangkan warna tanah yang dijadikan objek studi Teknik Geologi.
d. Warna Dasar Putih melambangkan kesucian.

Mars Lembaga :

Mars Geologi

Wahai Engkau para Mahasiswa
Jurusan Teknik Geologi
Teguhkan hatimu kobarkan semangatmu
Raih semua cita-cita

Singsingkan bajumu mari kita berjuang
Demi masa depan bangsa
Dengan kesetiaan dan junjung kejujuran
Kita Harumkan Geologi……2x

May 15, 2009

ANDA BERTANYA, AVEL MENJAWAB

Filed under: 1 — aveliansyah @ 1:20 pm

Klarifikasi!!!!
Ciee.. da kayak artis aj..
Gini, akhir2 ini di FB gw banyak bgt comment2 yg gak jauh2 soal “CINTA”..
Intinya mereka ngecengin gw gara2 sampe sekarang gw belum juga pacaran..
Heeeii.. come on sob… gw gak pacaran bukan karena gw gak laku, tapi emang gak ada yg mau ma gw!!!

Gw jadi heran, yg gak punya cewek gw, tapi kenapa lu yg heboh!! Klo gw happy2 aja tuh..
“mengejar mimpi-impi indah… I’m single and very happy” (oppie andaresta)

Terkadang gw bingung n gak tau jawabannya ketika ditanyain sama hati kecil gw, “fungsi pacaran apa sih??” (bisa bantu jawab???)
Dari SMA dulu temen2 gw heboh nyuruh gw pacaran, padahal gw yg polos waktu itu (sekarang masih polos) gak tau sama sekali apa itu pacaran,.. klo udah punya pacar trus???? Gandeng2an tangan ke kantin gitu?? Suap2an makanan?? Trus nyampe rumah sms2an, telpon2an gitu?? Mungkin itu dulu yg gw tau tentang pacaran. Tapi ternyata jauh diluar sana banyak orang2 seumuran gw yg memfungsikan pacaran seperti suami istri, cium-an, mesum-an, tidur2-an, hihihi enak banget pasti ya???
Enak sih enak, tapi dampak dari perbuatan itu DOSANYA DUNIA AKHIRAT LHO!!!

Kembali ke laptop..
Yaah,, btw gw juga pernah nyobain gimana rasanya pacaran ala cowok SMA yg sangat polos. Dengan niat tulus dan ikhlas, disertai doa nan khusuk dari temen2 SMA gw, akhirnya gw berhasil mendapatkan seorang pacar waktu itu.. (pada waktu yg bersamaan, cwe yg menerima gw waktu itu belum sadar bahwa ia telah melakukan kekhilafan besar dalam hidupnya karena udah nerima gw jd cwoknya)

Singkat cerita gw kuliah di semarang, dan gak tau kenapa teman2 angkatan gw di geologi ternyata JOMBLO KABEH!!!! (hampir sama kondisinya dengan teman2 IPA3 gw dulu), jadilah setiap harinya kerjaan kita mikirin cweeeeee terus,, berbagai macam teori dan analisis yg tajam dan mendalam setajam silet dan sedalam hatiku padamu,, halaah… telah dikeluarkan dari maestro2 kegagalan cinta, tapi tetap tidak berhasil membuat geol 06 punya pacar (sory sob, gw bongkar semuanya)
3 tahun pun hampir berlalu dengan sukses tanpa pasangan.. yaah,, klo boleh diitung sih Cuma segelintir orang aja yg berhasil menjalin hubungn cinta yg mereka sebut “pacaran” tadi. Sebenernya sih temen2 angkatan gw gak jelek2 amat, bisa dibilang ganteng2 lah, ketampanan mereka lumayan bisa menyaingi ketampanan gw… tapi emang dasarnya menang teori doank, jadinya gak ada yg punya pacar de…

Kembali ke laptop..
PEMIRSA… eppepe.. emimir.. sasa.. pemirsa.. (gaya nge-rap-nya tukul)

Gw paling suka baca2 novel islami romantis. Pernah baca “d’peci code”, “ayat-ayat cinta”, “ketika cinta bertasbih”, “dalam mihrab cinta”
Lu harus jujur klo emang kisah cinta mereka tuh manis dan indaaah bgt!!
Gw juga paling ingat kalimatnya ustad djoko, “klo pacaran, kita Cuma dapet manis2nya doank, pas udah nikah yg tersisa tinggal pahitnya doank” mungkin itu yg sering disebut orang “bulan madu”, satu bulan dihabisin semua sisa-sisa madunya, habis itu yg tersisa Cuma pahitnya doank… klo menurut logika, apa yg dikatakan ustad djoko bener juga sih, klo orang pacaran cenderung “ja’im”, apa yg pasangan kita mau kita turutin, kebiasaan2 buruk disembunyikan, pas udah nikah,,,hmmm terbongkar sudah…
Beda ketika kita pacaran setelah menikah,, manis dan pahitnya kita rasakan secara bergantian, sehingga madunya gak Cuma berasa sebulan aja, tapi terus, terus dan teruuuus aja terasa manis…
Gw percaya bahwa kita sudah diciptakan berpasang-pasangan, wanita yg baik hanya untuk lelaki yg baik pula… makanya klo pengen dapat cwe baik2, kita musti jadi cwok baik2 dulu!!!

Gw juga klo nyari istri gak muluk2 kok, yg penting cwek muslim, taat beribadah, menutup auratnya, mancung hidungnya, putih kulitnya, indah rambutnya, merah merekah bibirnya (bukan sariawan), kemerah-merahan pipinya (seperti aisyah biar bisa gw panggil “khumaira”), tinggi 170 cm, langsing, suara lemah lembut… gitu doank kok…
GIMANA SOB??? ANY COMMENT???

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan diantaramu kasih dan sayang

(QS Ar Rum : 21)


NB : tulisan diatas hanyalah tulisan iseng dari sang penulis (sebut saja afgan) yg memang suka iseng, efek samping dari membaca tulisan diatas adalah : pusing, mual, sakit kepala, mau muntah, mau meludah, dan mau membaca (lho..), mau bertobat (alhamdulillah), mau memutuskan pacarnya untuk kemudian dikasih ke sang penulis (lho lagi…).. jika efek samping terjadi secara berlanjut, hubungi bapak-ibu kost anda.

April 11, 2009

Situ Gintung : Penyebab dan Solusinya

Filed under: 1 — aveliansyah @ 3:46 pm

Abstrak
Jumat tanggal 27 Maret 2009, sekitar jam 04.30 WIB terjadi banjir bandang di daerah Situ Gintung Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang disebabkan jebolnya tanggul Situ Gintung. Kejadian tersebut telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, dan menghancurkan ratusan rumah penduduk.
Jika dianalisis, terdapat 3 faktor penyebab utama dari bencana tersebut, yaitu faktor alam, fisik dan manusia. Hujan lebat yang mengguyur Bogor sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIIB Kamis, 26 Maret 2009 mengakibatkan penambahan debit air pada Situ Gintung yang ketinggiannya mencapai 5-7 meter, sehingga tanggul tidak kuat menahan debit air yang tertampung. Tanggul tersebut telah mulai retak semenjak tahun 2006, akan tetapi pemerintah daerah kurang tanggap terhadap retaknya dinding tanggul tersebut, ditambah lagi tanggul tersebut terbuat dari tanah urug yang belum pernah diturap untuk memperkuat daya dukungnya.
Dibutuhkan rancangan “Rencana Penanganan Bencana Situ Gintung” yang terpadu, yang dapat dijadikan acuan pemerintah daerah dalam menangani bencana Situ gintung tersebut. Secara umum ada 2 langkah penanganan yang harus dilakukan, yaitu penanganan jangka pendek, yaitu dengan terapi obat dan psikis para korban yang selamat, relokasi warga, pembersihan sisa-sisa material banjir, pembuatan drainase, dan memperbaiki tanggul yang jebol. Sedangkan penanganan jangka panjang yaitu dengan pengembalian fungsi daerah hulu sebagai daerah resapan air, mengurangi limpasan air permukaan yang terkonsentrasi di Situ Gintung dengan membuat sumur resapan dibagian hulu Sungai Pesanggrahan, manajemen permukiman penduduk.
Dari rancangan tersebut, pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan konsep tata ruang kota yang baik, seperti izin mendirikan bangunan hanya diberikan kepada rumah dengan jarak minimal 50 meter dari badan tanggul. Sumur resapan merupakan salah satu teknologi tepat guna yang dapat dilakukan, sehingga diharapkan pemerintah membuat kebijakan untuk mewajibkan membuat sumur resapan bagi penduduk yang mendirikan bangunan minimal seluas 50 m2 wajib membuat sumur resapan seluas 2 m2.

Kata kunci : Situ gintung, Sumur resapan, Grouting

Pendahuluan
Jumat tanggal 27 Maret 2009, sekitar jam 04.30 WIB terjadi banjir bandang di daerah Situ Gintung, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, yang disebabkan jebolnya tanggul Situ Gintung. Jenis bencana berupa aliran bahan rombakan (debris flow) yang terjadi akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, akibat pengaruh jebolnya tanggul selebar ± 65 m, yang diikuti dengan gerakan tanah (longsoran) pada gawir tanggul dengan panjang antara 3 – 7 m, lebar antara 3 – 8 m, tinggi gawir antara 1 – 2,5 m dan arah gerakan tanah N 2780 E, N 2830 E dan N 720 E. Secara umum arah aliran banjir bandang (debris flow) adalah N 410 E. (www.vsi.esdm.go.id)

Analisis Penyebab Runtuhnya Tanggul Situ Gintung
Secara umum runtuhnya tanggul Situ Gintung disebabkan oleh 3 faktor, yaitu faktor alam, bangunan tanggul dan human error.
1. Faktor Alam
Terjadi hujan lebat yang mengguyur bagian hulu di Bogor sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIIB Kamis, 26 Maret 2009. Akibatnya, air terkonsentrasi dan berkumpul di Pesanggrahan dan tidak tertampung pada saluran pelimpahan (spill way) di tanggul Situ Gintung. Tangerang hanya mampu menampung air setinggi 2 – 3 meter. Namun, pada Jumat dini hari, 27 Maret 2009, air meluap dengan ketinggian mencapai 5 – 7 meter sehingga melewati tanggul.

2. Faktor Fisik
Tanggul tersebut terbuat dari tanah urugan, karena pada awalnya tanggul tersebut dibuat oleh belanda diperuntukkan bagi irigasi air. Air tersebut akan digunakan untuk mengairi sawah-sawah penduduk yang ada dibawah Situ Gintung, namun sekarang Situ tersebut telah beralih fungsi menjadi daerah konservasi air, sawah-sawah tersebut sudah berganti dengan perumahan penduduk.
Karena tanggul tersebut dibuat dari tanah urug, maka debit air yang melimpas sampai ke permukaan tanggul akan meresap ke dalam tanah urug tadi dan membuat tanah urug tersebut menjadi jenuh air sehingga tanah menjadi gembur dan tahan geser berkurang.

3. Faktor human error
Pada tahun 2006 sampai 2007 terjadi beberapa kali retakan pada baadn tanggul Situ Gintung, akan tetapi tidak ada tindakan berarti yang dilakukan. Curah hujan yang meningkat seharusnya bisa memperingatkan pemerintah setempat akan bahaya retakan dinding tanggul Situ Gintung tersebut.
Izin mendirikan bangunan pada daerah sekitar tanggul seharusnya tidak dilakukan. Selain itu masyarakat, yang sudah terlanjur menempati daerah rawan tersebut harus diberikan sosialisasi tentang bahaya yang terjadi jika tanggul jebol, sehingga korban jiwa dapat diminimalisir.

Kondisi Geologi
Morfologi daerah bencana berupa daerah yang relative datar dengan lembah Situ Gintung. Daerah hilir berupa lembah relative bergelombang lemah yang dibatasi oleh lereng terjal (tanggul situ). Daerah ini merupakan lembah aliran sungai Pesanggrahan yang secara umum merupakan lembah yang relatif datar.
Batuan dasar daerah bencana berupa batu pasir lempungan, berwarna coklat hingga coklat keabuan, berukuran pasir kasar hingga lempung, kurang kompak, terpilah jelek – sedang. Timbunan tanggul berupa lempung lanauan, berwarna coklat kemerahan, lunak, kurang kompak, plastisitas sedang; sedangkan endapan sedimen situ Gintung berupa lumpur, berwarna abu-abu hingga abu-abu kecoklatan, sangat lunak.
Tata lahan daerah bencana berupa waduk (situ), pemukiman, dan kebun campuran. Situ Gintung terletak di tengah yang di kelilingi oleh pemukiman penduduk dan dijadikan sebagai obyek wisata. Pemukiman penduduk yang padat terutama terletak di daerah hilir dari waduk (situ) sedangkan di sekitar waduk cukup padat dengan perumahan, perkantoran, bangunan sekolahan dan aktivitas penduduk.

Rencana Penanganan Bencana Situ Gintung
Secara umum, ada 2 penanganan bencana yang harus dilakukan, yaitu penanganan bencana jangka pendek dan penanganan bencana jangka panjang. Kemudian dari penanganan bencana tersebut, akan dihasilkan rencana penanganan bencana Situ Gintung, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan penanganan bencana Situ Gintung.

Penanganan Jangka Pendek
Penanganan ini dilakukan dalam waktu singkat sesaat setelah terjadinya bencana, sehingga kekacauan tidak berlangsung terlalu lama. Ada 2 faktor yang harus diperhatiakan, yaitu faktor manusia dan tanggul Situ Gintung.
Dari sisi manusia, trauma pada korban selamat yang memiliki pengalaman langsung dan menyaksikan kejadian yang mengancam kematian, sehingga dibutuhkan terapi psikis dan terapi obat dalam hal mengurangi trauma pada korban yang selamat. Selain itu pembersihan lingkungan harus segera dilakukan agar para korban selamat terhindar dari wabah penyakit.
Dari sisi fisik, khususnya penanganan tanggul Situ Gintung, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu pembuatan drainase untuk menyalurkan air yang tumpah dari situ ke Sungai Pesanggrahan, segera memperbaiki pintu air agar bisa berfungsi dengan baik.
Penanganan Jangka Panjang
Penanganan ini dilakukan beberapa waktu setelah terjadinya bencana dan setelah kondisi wilayah bencana sudah mulai normal. Ada 2 faktor yang harus diperhatikan, yaitu faktor alam dan tata ruang.
Dari sisi pengelolaan alam, maka yang harus dilakukan adalah dengan mengembalikan fungsi daerah tersebut sebagai daerah resapan. Yang menjadi salah satu penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung adalah tanggul tersebut tidak dapat menahan debit air lebih dari 2 juta meter kubik, sehingga diperlukan rekayasa geologi agar debit air yang masuk ke Situ Gintung tidak melimpah.
Penanganan bencana alam harus dilakukan secara terpadu. Untuk menahan debit air berlebih yang ditampung Situ Gintung, maka revitalisasi harus dilakukan dibagian hulu sungai. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, yang harus dilakukan adalah dengan menahan debit air berlebih yang turun ke wilayah Situ gintung. Solusinya yaitu dengan pembuatan sumur-sumur resapan di daerah bagian hulu sungai.
Keunggulan dari pembuatan sumur-sumur resapan ini adalah, biayanya yang murah, tidak membutuhkan lahan yang luas, dan pembuatan sumur-sumur resapan ini juga dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan wilayahnya sendiri

Sumur Resapan
Situ Gintung merupakan kawasan resapan air yang sangat penting keberadaanya dalam menahan debit air limpasan yang berlebih. Akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat menyebabkan perubahan tata guna lahan. Banyak lahan-lahan yang semula merupakan hutan/ lahan terbuka sekarang menjadi areal permukiman, dan kampus. Dampak dari hal tersebut adalah meningkatnya aliran permukaan langsung sekaligus menurunnya daya resap air kedalam tanah. Sehingga untuk mengurangi jumlah aliran permukaan (surface run off) dengan cara memaksimalkan penyerapan air kedalam tanah dan kolam-kolam tampungan air situ, danau, kolam buatan dan lain-lain. Akan tetapi jika memilih kolam-kolam tampungan air situ, danau, dan kolam-kolam buatan akan membutuhkan lahan yang luas dan biaya yang besar, Sehingga penulis merekomendasikan sumur resapan sebagai pengendali aliran permukaan karena lebih murah, relatif tidak memerlukan lahan yang luas, serta dapat memberdayakan masyarakat.

Sumur resapan merupakan sumur yang dirancang dengan dimensi tertentu yang berfungsi untuk mengurangi jumlah aliran air permukaan yang diakibatkan oleh hujan.
Secara teoritis fungsi sumur resapan jika dikelola dengan baik adalah sebagai berikut :
1.Sebagai salah satu konservasi air sistem resapan
2.mereduksi jaringan drainase
3.memperkecil probabilitas banjir daerah hilir
4.mempertahankan tinggi muka air tanah,
5.mencegah penurunan kawasan “landsubsidence”
6.Memperdayakan masyarakat dalam pembangunan
7.Membudidayakan pola pikir dalam pelestarian kemampuan lingkungan.
Dengan menghitung debit air limpasan (Q = 0,278 x C x I x A, dengan C: koefisien limpasan ; I : Infiltrasi ; A : Luas DAS) pada lahan hijau (Q1) dan dibandingkan dengan debit air permukaan pada lahan permukiman (Q2), maka kemudian akan didapatkan ∆Q dengan rumus ∆Q = Q2 – Q1.
Jumlah ∆Q tersebut merupakan jumlah debit air permukaan yang harus ditahan agar debit air yang tertampung di Situ Gintung tidak melebihi batas yang sudah ditetapkan, sehingga air pada situ tersebut tidak akan meluap lagi.

Manajemen Permukiman Penduduk
permukiman penduduk yg diperbolehkan sesuai dengan aturan tata ruang adalah 50 – 100 meter dari badan bendung, akan tetapi yg terjadi di lapangan adalah masyarakat mendirikan rumah di bibir tanggul, bahkan dibadan tanggul. selain itu masyarakat juga melakukan pengerukan terhadap badan tanggul di bagian kiri sehingga mengakibatkan tanggul kehilangan kestabilannya.
gambar-tanggul-situ-gintung-yang-dikeruk-warga peraturan tata ruang harus benar-benar dijalankan, klao sudah begini kejadiannya lalu siapa yg harus disalahkan?? warga yg membangun?? atau pemerintah daerah yg memberikan IMB (ijin mendirikan bangunan).

selain itu, untuk menyiasati kebutuhan penduduk terhadap lahan untuk permukiman, maka pola permukiman vertikal disarankan untuk segera diterapkan, karena dengan demikian akan mengurangi luas tanah yg tertutupi oleh bangunan, sehingga lahan hijau dapat terus dipertahankan.

Dengan berbagai langkah penanganan bencana secara terpadu tersebut, kemudian disusun sebuah rancangan “Rencana Penanganan Bencana Situ Gintung”, yang diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun rencana tata ruang wilayah berbasis mitigasi bencana.

Kesimpulan
Dibutuhkan sebuah rancangan “Rencana Penanganan Bencana Situ Gintung” yang dibuat berdasarkan berbagai sudut pandang secara terpadu, sehingga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam melakukan penyusunan rencana tata ruang wilayah yang berbasis mitigasi bencana.
Sumur resapan dibuat di daerah hulu Sungai Pesanggrahan dan sekitarnya sebagai penahan laju air limpasan berlebih yang masuk ke Situ Gintung.
Untuk memperkuat tanggul, maka dapat dilakukan grouting pada tanggul yang terbuat dari tanah urugan tersebut.

Rekomendasi
Jangka Pendek :

1.Terapi obat dan psikis para korban bencana Situ Gintung
2.Relokasi warga
3.Pembersihan sisa-sisa material banjir bandang
4.Pembuatan drainase untuk menyalurkan air ke sungai
5.Memperbaiki pintu air
6.Memperbaiki tanggul yang jebol

Jangka Panjang :
1.Pengembalian fungsi lahan daerah hulu Sungai Pesanggrahan dan sekitarnya sebagai daerah resapan air
2.Menahan debit air berlebih dengan membuat sumur-sumur resapan di bagian hulu sungai
3.Memperkuat tanggul yang terbuat dari tanah urug dengan metode Grouting.
4.Penetapan peraturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yaitu pembangunan rumah minimal 50 meter dari tanggul untuk daerah Situ Gintung.
5.Kewajiban bagi para pendiri bangunan baru untuk membuat sumur resapan sebagai syarat mendapatkan IMB
6.Membuat regulaasi semacam Surat Keputusan mengenai kewajiban membuat sumur resapan bagi penduduk yang mendirikan bangunan minimal seluas 50 m2 wajib membuat sumur resapan seluas 2 m2.

March 14, 2009

MAWAPRES vs Kambing Jantan (part 2)

Filed under: 1 — aveliansyah @ 4:19 pm

lanjut…
singkat cerita, setelah menghabiskan waktu seharian membaca novel laknat tersebut, akhirnya waktu yg tersisa bwt gw nyelesein karya tulis untuk syarat mawapres tinggal 1 hari lagi,, belum lagi bikin slide presentasinya..

jadilah gw begadang mpe jam 2 dini hari..
dan akhirnya karya tulis, slide presentasi dan syarat2 lainnya selesai sudah…

2.30 am : akhirnya gw tidur, tak lupa membaca doa dan sms ibu tercinta, mohon doa restu n minta dibangunin jam setengah 5…

5.10 am : “cintaku.. cintaku padamu, tak besar seperti dulu…” lagu cari pacar lagi-nya ST 12 terdengar nyaring di telinga.. (ringtone HP gw)..
akhirnya gw angkat telpon yg ternyata dari sang ibunda tercinta..
“ya Allah avell.. dah berkali kali ibu telpon gak bangun2 juga!!! ###$^%#$$@!##…. bangun, wudho, sholat!!!”

ternyata, ibu dah 20 kali nelpon…
untung aja dibangunin, klo nggak… mgkin jam 5 sore gw baru bangun…

5.15 am: sholat… terus membereskan berkas mawapres, nge-print karya tulis, n finishing slide presentasi..

6.am-8.am : latihan presentasi.. cuap2 didepan komputer, sampe anak kost lain pada bangun…

8.am : mandi, terus langsung berangkat ke dekanat, cz seleksinya jam 9 am..

berbekal latihan selama 2 jam, dan ditambah modal keyakinan dan kepercayaan diri yg berlebihan,, akhirnya gw siap untuk seleksi..

di sana telah menunggu para kontestan lain dari seluruh penjuru teknik..
n jujur gw sempat keder juga pas ketemu para saingan gw yg ternyata temen2 gw semua yg notabene gw kenal baik lah gimana DAHSYAT-DAHSYAT nya mereka, tapi gw tetap harus maju..

setelah interview, n presentasi.. gw bisa pulang dengan tersenyum, karena udah melakukan yg maksimal,, mau keterima ato nggak udah gak jadi masalah…

–KEESOKAN HARINYA–

UNBELIEVEBLE…
gw terpilih jadi MAWAPRES 1 FT UNDIP 09.
gw gak tau pa yg ada di kepala juri waktu memberi keputusan yg mungkin akan mereka sesali seumur hidup….

yaah.. mo gimana lagi, sekarang gw musti fokus untuk terbang ke universitas..

gw harap gak bakal ada novel2 konyol lagi yg menghalangi gw untuk meraih mimpi2 gw, heheh…

mohon doanya biar w bisa maju terus ampe nasional ya..

NB : trims buat hasa, ms ega, mb visitasi, pak wahyu, pak hadi, pak thomas, n semua temen2 yg ngirim sms support ke gw dari jam 8.am – 2.pm, geo 08, geo 07, geo 06, termasuk INDOSAT juga.. itu bener2 ngasih gw semangat baru,.

jadi pemenang antara MAWAPRES vs Kambing Jantan adalah…..

jeng.. jeng.. jeng..

MAWAPRESSSSS

March 9, 2009

MAWAPRES TEKNIK vs “KAMBING JANTAN”!!!

Filed under: Uncategorized — aveliansyah @ 5:53 am

hmm.. kayaknya gara2 baca novel kambing jantan gw jadi semangat lagi nih bwt nulis..

sebenernya sih tuh novel gak mendidik sama sekali.. konyol, gila, dan bisa mempengaruhi kita untuk melakukan hal2 bodoh seperti yg dilakukan DICK-a, hahaha..

tapi salut banget, nih novel bener2 lucu.. cukup menghibur..

berhubung gw belum tau mo nulis apa.. ya udah, gw tulis aja yg sedang gw pikirin sekarang…

gw butuh bantuan nih..
tgl 11 besok gw mo presentasi di fakultas etknik undip,, seleksi MAWAPRES (mahasiswa berprestasi) tingkat fakultas, gw mewakili jurusan gw nih (Teknik Geologi Tercinta).. hohoho..
doain gw ya, biar bisa tampil abis2an..
gw gak mo ampe nyesel nantinya klo gak memberikan yg terbaik..
cz gw dah gak jadi berangkat ke Medan gara2 ini, hikz.. (ryan, naru, dinul, yunan, dkk, jgn lupa oleh2nya ya.. “bika medan” jgn “bika ambon”)

tinggal 2 hari lagi, tapi gw belum buat presentasinya,, karya tulis juga belum di edit lagi..

huaaa..

mana pas mo fokus ngerjain karya tulis, gw dipinjemin “kambing jantan” lg..

jadilah gw makin bego gr2 tuh novel!!!!

tapi ju2r gw gak bisa nolak untuk baca mpe abis tu novel…

judul presentasi gw :
“peta kawasan bencana alam sebagai langkah mitigasi bencana alam dan pedoman dalam perencanaan tata ruang di indonesia”…

wish me luck…

itu dulu aja deh..
tar klo mood lagi, I’ll be back!!!

January 3, 2009

I JUST WANNA SAY…

Filed under: Uncategorized — aveliansyah @ 9:17 am

I JUST WANNA SAY “FUCK OF ISRAEL AND USA”

December 23, 2007

Gempa 23 desember 2007 di Bengkulu!!!

Filed under: geologi — aveliansyah @ 8:46 am

Sumpah, pas dengerin berita itu di tv q kaget banget!!

Sebenernya sih q dah lama ga nonton tv coz tugas kuliah numpuk banget.

Prof.Jucelino bin NgeselinO-rang adalah dalang dibalik semua kepanikan yang terjadi, dia mengirimkan surat ke KBRI di brazil yang berisi ramalan akan terjadinya gempa dahsyat berkekuatan 8,5 SR yang akan diikuti gelombang Tsunami di wilayah pulau Sumatera.

 

Saya sebagai putra asli bengkulu merasa sediiiih.. banget pas denger berita ini, kontan saya langsung teringat ramalan gempa dari ahli gempa Amerika yang pernah disiarkan CNN beberapa bulan yang lalu. CNN memberitakan bahwa Sumatera siap menunggu datangnya gempa berkekuatan 9 SR. Begitu banyak sih ramalan yang datang bahwa bengkulu bakal kena gempa.

Huuuff… (menghela nafas)

Beberapa bulan yang lalu saya pernah nonton acara favourite saya, yaitu National Georaphic. Kebetulan temanya adalah earthquake makin serius aja q nonton tuh acara. Singkat cerita acara itu menampilkan seorang peramal gempa yang pernah dipecat oleh perusahaan tempat ia bekerja kerena sering meramal gempa secara berlebihan. Orang-orang mengucilkannya karena menganggap teorinya hanyalah isapan jempol belaka. Tapi ia tetap melanjutkan penelitiannya, sampai akhirnya ia memprediksi akan terjadi gempa di suatu Negara bagian AS. Orang – orang tidak ada yang memperdulikan ramalannya, sampai akhirnya gempa tersebut dating melanda Negara bagian AS tersebut. Ditengah kepanikan yang yang terjadi sang peramal gempa tadi malah berteriak kegirangan “gempa ku datang….”. tidak hanya itu saja bahkan dia juga sempat meramalkan terjadinya gempa besar di aceh, dan ternyata 26 desember 2004 kemaren telah membuktikannya.

Huuuh malah ngelantur kesana, saya bercerita seperti itu karena saya takut klo orang yg ngeramal tuh namanya Prof. Jucelino soalnya saya lupa nama orang tersebut. Tapi ternyata bukan saudara-saudara. Orang yang saya ceritakan diatas tadi merupakan seorang ahli gempa yang mempunyai alasan ilmiah yang jelas atas ramalannya, dia memiliki teori tentang pengaruh gravitasi bulan terhadap bumi, dimana saat bulan berada pada posisi paling dekat dengan bumi, gravitasinya akan mempengaruhi pergerakan lempeng dan air laut sehingga dapat menyebabkan gempa. Sedangkan Prof. Jucelino bin NgeselinO-rang tadi bukan memprediksikan tapi meramalkan terjadinya gempa tersebut bukan dengan alasan ilmiah, melainkan dengan mimpi.

Yaah benar Prof. Jucelino tersebut selain guru SMA ia merupakan paranormal. Tapi kenapa ramalan seorang paranormal yang tidak ilmiah tersebut dipercayai banyak orang. Karena Prof. Jucelino itu telah beberapa kali mengirimkan surat yang berisi peringatan akan terjadinya kejadian-kejadian penting dan ternyata ramalannya hampir selalu tepat. Seperti gempa dan tsunami di aceh, gempa di jogja, gempa di bengkulu kemarin, tragedi 11 september WTC, sampai-sampai tempat persembunyian sadam hussain pun tepat ia ramalkan.

Dari sedemikian banyak ramalan dia yang tepat, wajarlah orang akan mempercayai dia, mungkin juga termasuk saya. Tapi sebagai anak Teknik yang mempercayai segala sesuatu berdasarkan ilmiah maka saya tidak percaya ramalan Jucelino. Sebagai orang islam kita tidak boleh precaya ramalan, SYIRIK namanya. Beda halnya klo yang meramalkan berdasarkan cara ilmiah, hal tersebut dinamakan prediksi, dan itu tidak syirik.

 (lanjut ke “pandangan geologist terhadap gempa bengkulu”)

Pandangan Geologist terhadap Gempa di Bengkulu

Filed under: geologi — aveliansyah @ 8:45 am

Temen kost saya pernah bertanya gini, ”pel gimana menurut kamu, bengkulu bakal kena gempa gak seh??”

Saya ngejawabnya gini :

Sampai sekarang belum ada satu orang pun yang dapat meramal kapan datangnya gempa, termasuk magnitudonya. Untuk bengkulu, walalupun berat untuk mengakuinya tetapi bengkulu memang bakal sering terjadi gempa, karena bengkulu merupakan daerah di sumatera yang dilalui oleh pertemuan lempeng Eurasia dan lempeng Pasipik, dimana lempeng tersebut selalu bergerak dan bergeser sebesar 7cm/tahun. Pergeseran lempeng tersebut pastinya akan menghasilkan gempa bumi.

Tapi, menanggapi ramalan CNN maupun ramalan Prof. Jucelino saya tidak sepakat sama sekali. Memang sih, klo ramalan yang disiarkan CNN tersebut alasannya ilmiah, karena melihat pergerakan lempeng yang semakin bergerak ke utara menuju sumatera barat, hal ini dilihat dari kejadian gempa yang terjadi di bengkulu lalu merambat ke Mentawai terus ke Nias.

Prediksinew-picture.png tersebut tidak sepenuhnya salah, mungkin itupun bisa terjadi, tapi kemungkinannya sangat kecil. Menurut pakar geologi favourite saya (Pak dhe Rovicky Dwi Putrohari) gempa yang terjadi di sumatera itu memiliki pola gesekan yang sepotong-sepotong per segment lempeng tersebut (seperti gambar disamping). Masing-masing segment tersebut tidak bergerak secara bersamaan.

Jika dilihat dari pola pergerakan lempeng di Sumatera tersebut, maka kemungkinan gempa berikutnya yang diprediksikan akan terjadi di Sumatra barat juga berpola seperti gempa yang terjadi di Bengkulu kemarin. Pergerakan lempeng yang sepotong-potong tadi akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan gempa, hal tersebut tentu saja akan mengurangi kekuatan gempa yang akan timbul.

2.pngGempa 9 SR itu memang mungkin akan terjadi JIKA : Lempeng Australia bergerak serentak dan melenting bersamaan,(seperti gambar disamping) tetapi jika lempeng tersebut bergerak per segment, maka gempa yang 9 SR itu dapat dicicil, mungkin sekitar 6 SR, tetapi akan sering terjadi gempa susulan dan mungkin akan berlangsung agak lama tetapi dengan skala yang lebih kecil.

Gak papa sering gempa tapi skalanya kecil, daripada Cuma sekali kena gempa tapi dengan skala 9 SR, ya gak??

Lho koq malah ngebahas masalah ramalan gempa yang disiarkan CNN ya??

Maaf suka ngelantur kesana-kemari. Balik lagi kemasalah Prof. Jucelino tadi, ramalan Jucelino tersebut sudah dibantah secara tegas oleh BMG. Orang BMG ketika mendengan kabar tersebut langsung turun kelapangan untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi. Mereka melakukan pengecekan gejala fisik tanda-tanda gempa di lokasi yang diprediksikan bakal terjadi gempa. Namun, belum ada tanda-tanda yang mengarah terjadinya gempa.

Hingga saat ini memang belum ada alat atau teknologi khusus yang dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa. Namun, kapan dan di mana akan terjadi gempa, sedikitnya dapat diamati melalui ciri-ciri fisik antara lain lewat keadaan permukaan air, tingkah laku hewan dan gelombang elektromagnetik.

Dengan beredarnya berita tersebut, Prof. Jucelino menjadi sosok yang sangat terkaenal akhir-akhir ini, bahkan salah satu stasiun tv di jepang mengadakan talk show khusus membahas hal ini. Dibalik alasannya yang mengatakan ingin meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat gempa yang diramalkannya dia juga meminta uang imbalan kepada pemerintah Indonesia atas ramalannya tersebut. Entah apa sebenarnya motivasi orang tersebut, yang jelas orang tersebut telah berhasil membuat orang bengkulu menjadi panic, ada yang sudah mengungsi, ada yang pindah rumah, ada yang membuat tenda darurat.

Pemprov sendiri sudah melakukan simulasi gempa dan tsunami seperti yang dilakukan negara jepang. Tempat-tempat mengungsi sudah ditunjuk, dapur umum dan fasilitas genset 5000 MW sudah disiapkan, sirine penanda bahaya tsunami-pun telah disiapkan. Nampaknya pemprov bengkulu sudah menyiapkan segala sesuatu dalam menghadapi gempa dan tsunami. Hal tersebut sangat baik, tetapi karena simulasi dan sebagainya dilakukan setelah mendengar ramalan dari Prof. Jucelino maka warga semakin percaya bahwa gempa 8,5 SR tersebut bakal datang.

Sebagai putra bengkulu yang sekarang merantau ke Semarang, saya cukup senang melihat keseriusan Pemprov bengkulu dalam mananggapi isu gempa dan tsunami. Bengkulu sekarang terlihat lebih siap akan datangnya bencana gemap. Memang kita tidak bisa mencegah datangnya gempa bumi, tapi yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kewaspadaan, serta kesiapan mental agar tidak panik ketika terjadi gempa, sehingga korban jiwa akibat gempa dapat diminimalisir seminimal mungkin.

Terakhir, serahkanlah semuanya kepada Allah SWT, karena Dia-lah yang Maha berkehendak, gempa dapat terjadi sekarang, besok, ataupun lusa sesuai dengan kehendak Allah. manusia hanya bisa berencana Allah lah yang maha menentukan…
semoga Allah senantiasa memberi rahmat bagi umatnya..moga aja bencana itu tidak terjadi yaaa..

NB : gambar didapatkan dari situs : www.rovicky.wordpress.com

Blog at WordPress.com.