Hobi yang Meng(hasil)asyik-an

Gunung Bromo batuk-batuk sehingga penerbanganku harus dipindah ke Surabaya, sebuah kejadian yang pada akhirnya memberikanku suntikan inspirasi baru. Bersama dengan 3 orang peserta workshop lain, aku memesan mobil avanza untuk mengantarkan kami ke bandara Juanda, Surabaya. dan cerita-pun dimulai.

Mbak Mawar (bukan nama sebenarnya) dengan kehebohannya membuat perjalanan 3 jam ini menjadi menyenangkan. Ibu muda dari 3 orang anak yang masih kecil-kecil ini bercerita tentang aktivitas dan hobi yang sangat menarik, yaitu membuat hasta karya bersama anak-anaknya di rumah, ia juga memamerkan foto-foto dekorasi rumahnya yang cantik hasil dari kreasinya sendiri. Dari ceritanya aku mengambil kesimpulan bahwa Mbak Mawar memiliki energi berlebih dan terampil dalam mengerjakan banyak hal. Obrolan menjadi semakin menarik ketika ia bercerita bahwa dari hobi ini ia sudah memiliki bisnis yang hasilnya sangat lumayan. Salah satu bisnis yang diawali dari hobinya menjahit adalah bisnis sprei/ bed cover. Bisnis yang baru dirintis 2 tahun ini sudah memberikan pemasukan yang lebih besar dibandingkan gaji yang ia peroleh setiap bulan sebagai geologist. Omset-ku ada dikisaran 200-an juta/bulan, dengan nett income lebih kurang 50-60 juta/bulan, jelas Mbak Mawar saat aku menanyakan hal yang agak sensitif tersebut. Meskipun ia membuka toko, akan tetapi sebagian besar penjualan berasal dari online shop yang ia kelola sendiri. Pertanyaanku “Kenapa masih bertahan jadi geologist mbak? mending pensiun dini, kembangkan bisnis lebih serius lagi, dan mbak juga akan punya banyak waktu bermain bersama anak“, Mbak Mawar menjawab “”Passion vel, gw masih cinta geologi, apa yang gw kerjakan sekarang hanya sebatas hobi yang produktif”.

Lamunanku terbang ke masa dimana aku juga mendapatkan cerita inspiratif dari salah seorang manager di perusahaan migas. Pak Bondan (bukan nama sebenarnya) menasihatiku untuk sedari muda mulailah berbisnis, ia menceritakan bagaimana ia melewati masa mudanya ketika baru diterima sebagai karyawan di perusahaan migas asing. Tabungan pertama yang ia kumpulkan tidak dipergunakan untuk membeli mobil, jam, pakaian dan sepatu mahal, akan tetapi ia gunakan untuk membeli rumah. Hobinya dalam menata rumah pada akhirnya mengantarkan ia pada posisi saat ini, yaitu pemilik toko bangunan besar dan juga seorang developer perumahaan, disamping pekerjaan utamanya sebagai manager perusahaan migas. “Lalu kenapa bapak tidak pensiun dini, kan pendapatan bapak diluar jauh lebih besar?” tanyaku, “Passion vel, saya menikmati pekerjaan sebagai geologist, sedangkan hobi saya disalurkan untuk hal-hal yang menghasilkan income tambahan” jawabnya.

Dari kedua orang itu, aku menarik kesimpulan bahwa hobi yang disalurkan ke jalur yang tepat (dalam hal ini bisnis) maka akan memberikan dampak positif. Mereka mengatakan kunci sukses terbesar dalam membangun bisnis itu adalah “TEKUN”, bisnis apapun asal dijalankan dengan tekun PASTI akan berhasil. Kadang yang membuat orang gagal adalah mereka yang ketekunannya tidak dibarengi dengan kesabaran, bahwa bisnisnya harus segera mendapatkan untung yang banyak dan tidak siap untuk rugi. Disinilah peran penting “hobi”, karena meskipun kondisi bisnis kamu sedang terpuruk tapi tetap bisa dijalankan dengan tekun dan enjoy, karena kamu memang suka melakukannya.

Jika geologi merupakan passion, dan hobi bisa jadikan bisnis oleh Mbak Mawar dan Pak Bondan, maka untuk teman-teman dengan kondisi yang berkebalikan, mengapa tidak coba dibalik? Maksudku seperti ini, dengan kondisi industri ekstraksi yang sedang lesu maka tidak sedikit teman-teman fresh graduate yang kesulitan mencari pekerjaan, padahal passion dibidang geologi sedang tinggi-tinggi nya. Life must goes on, jika menemui jalan buntu maka geologist akan membuat jalannya sendiri. Sepertinya akan menarik jika teman-teman bisa fokus dan total di bisnis, lalu menjadikan geologi sebagai hobi (bukan untuk mencari uang tapi untuk menyalurkan passion saja). Bukan tidak mungkin bisnis yang dijalani dengan TEKUN tersebut akan memberikan hasil yang diluar ekspektasi kamu, dan dimasa depan kamu bisa mengembalikan passion geologimu (dengan menjadi CEO di perusahaan migas/ mining yang kamu dirikan sendiri misalnya).

 

Foto di salah satu contoh produk bisnis sukses-nya Tengku Wisnu, toko oleh-oleh Malang Strudel

Foto di salah satu contoh produk bisnis sukses-nya Tengku Wisnu, toko oleh-oleh Malang Strudel

Panggilan pesawat-pun terdengar, dan cerita Mbak Mawar tadi juga harus disudahi karena kami duduk di kursi terpisah di dalam pesawat. 

salam,

yang sedang belajar GEOLOGI

One Response to Hobi yang Meng(hasil)asyik-an

  1. ViaVi says:

    Mas Avel kalau mau bisnis, boleh hubungi kita buat bantu-bantu yah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: