Catatan Perjalanan: Geologi Ciletuh

Sebagai geologist yang dibesarkan di tanah jawa, ada 3 lokasi keramat yang wajib dikunjungi oleh saya sehingga sempurnalah rukun geologist saya. Lokasi-lokasi tersebut menyimpan rahasia dibalik proses geologi indonesia, ketiga lokasi tersebut adalah Karangsambung, Bayat, dan Ciletuh. Dua lokasi yang saya sebut diawal sudah pernah saya kunjungi ketika masih kuliah, sedangkan lokasi terakhir (yaitu ciletuh) sulit untuk dikunjungi karena aksesnya yang sulit (berkorelasi dengan biaya yang dibutuhkan untuk mengunjunginya). Alhamdulillah bulan juni 2014 kemarin saya telah menggenapkan rukun geologist indonesia dengan mengunjungi ciletuh ditemani oleh legenda indonesia, bapak awang harun satyana yang bertindak sebagai instruktur fieldtrip.

Berikut adalah sepenggal cerita tentang geologi ciletuh sebagai oleh-oleh buat para geologist muda yang belum berkesempatan untuk mengunjunginya.

Pre-Tertiary and Paleogene Geology of South West Java

Pulau jawa memiliki geologi yang sangat kompleks, pemahaman yang baik terhadap proses geologi yang terjadi di jawa akan membantu kita dalam kegiatan eksplorasi, apalagi kita memiliki important petroleum producing areas di onshore dan offshore pulau jawa. Di fieldtrip yang saya ikuti kali ini akan fokus pada pemahaman geologi, tektonik, stratigrafi, khususnya pada pre-tersier dan Paleogene time.

stratigrafi jawa

stratigrafi west java

Location

Ada 4 area yang dikunjungi yaitu Ciletuh, Karang Taraje, Gunung Walat, dan Rajamandala.

Ciletuh (Cretaceous subduction and Eocene slope sediment)

Komplek batuan bancuh (mélange complex) yang berumur cretaceous-eocene time. Komplek ini terjadi karena proses subduksi (cretaceous time) yang menghasilkan batuan-batuan seperti peridotit, gabbro, basalt, chert. Susunan batuan tersebut dikenal juga dengan sebutan oceanic plate stratigraphy, yaitu penciri dari strata batuan pada lempeng samudra. Batuan tersebut bertindak sebagai basement di jawa. Kemudian pada mid-eocene time terjadi longsoran besar (gravity mass flow) di palung jawa bagian selatan sehingga membentuk olisostrom complex sebagai endapan kipas bawah laut (submarine fan). Olisostrom complex ini adalah endapan pertama diatas basement jawa yang terdiri dari litologi polimix conglomerate dan greywacke, yang kemudian digolongkan kedalam Formasi Ciletuh.

ciletuh amphiteatermelange tectonicperidotitebrecia peridotite

sheeted dikes

olisostreomecontact

Karang Taraje dan Gunung Walat (Late Eocene Fluvio-Deltaic Sandstone)

Pada daerah tersebut dijumpai endapan fluvio-deltaic sandstone yang berumur late Eocene, provenance-nya sendiri berasal dari Seribu Platform yang berada di utaranya. Litologi batuan disini terdiri dari cross bedding sandstone (quartz dominant), coal, dan shale.

Sayangnya ketika tiba di gunung walat, hujan deras menerpa dan saya tidak punya cukup nyali mengeluarkan kamera untuk mengabadikan gambar-gambar disana.

bayahbayah fm

Rajamandala (Oligo-Miocene Carbonate Reef)

Pada oligo-miocene terjadi regional transgressive yang merendam pulau jawa, sehingga di daerah rajamandala ini terbentuklah barrier reef facies yang menghadap ke utara, yaitu kearah bogor trough.

 rajamandala

Sekian cerita singkat perjalanan 4 hari menyusuri area jawa barat bagian selatan, menembus ruang dan waktu, menyelami kejadian berjuta tahun lalu.

Salam,

yang sedang belajar Geologi

2 Responses to Catatan Perjalanan: Geologi Ciletuh

  1. Afdil says:

    kereen banget sih kakaa, pun gw ga sepenuhnya ngerti apa yang ditulis .. hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: