Presentasi Paper di IPA 2016

Ini adalah kali ketiga aku mengikuti IPA (Indonesian Petroleum Association) Convention sebagai presenter, jika di 2010 dan 2012 sebagai Poster Presenter, maka di tahun 2016 ini aku mencoba datang kembali sebagai Oral Presenter. Beruntungnya, lagi-lagi panitia khilaf dan kembali menobatkanku jadi Best Presenter IPA untuk ketiga kalinya. Beberapa teman bertanya serius terkait hatrick ini, bagaimana bisa??? Maka inilah jawabannya:

Cerita di IPA

  1. Meluruskan niat

Jujur, aku tidak pernah menganggap konferensi (semacam IPA ini) sebagai kompetisi, sehingga dari awal menulis paper hingga presentasi tidak pernah bertujuan untuk menjadi pemenang. Konferensi pada dasarnya adalah wadah para peneliti untuk saling bertukar pikiran, dan hasil penelitiannya bukan untuk dilombakan. Kalaupun ada penghargaan sebagai “Best Paper Presenter”, maka tidak lebih hanya merupakan pilihan favorit para juri.

  1. Memahami Penilaian Juri

Penting untuk memahami metoda/ kriteria penilaian dewan juri, bukan untuk menjadi juara, akan tetapi untuk kita bisa mempersiapkan alur penulisan dan pemaparan hasil penelitian kita dengan baik. Di IPA sendiri setiap paper/poster presenter dinilai oleh banyak juri, hasil penilaian tiap dewan juri akan ditulis di dalam form khusus dan akan dikalkulasikan oleh panitia, presenter dengan perolehan poin tertinggi akan mendapat predikat sebagai “Best Paper Presenter”. Kebetulan di tahun 2013, IPA memintaku untuk menjadi salah satu dari sekian banyak dewan juri yang terlibat, sehingga aku bisa memahami proses penilaiannya. Di dalam form penilaian, dewan juri akan menilai 2 aspek, yaitu tulisan dan pemaparan. Dari segi penulisan, paper dengan alur penulisan yang baik, tema menarik, serta memiliki dampak yang signifikan terhadap industry biasanya akan mendapatkan poin yang tinggi. Sedangkan dari segi pemaparan, presenter yang mampu menyajikan hasil penelitiannya dengan runut, sederhana, dan mudah dipahami oleh penonton akan mendapatkan poin positif dari juri, hal ini juga perlu didukung oleh intonasi suara, gesture tubuh, dan kemampuan dalam menjawab pertanyaan. Aku lupa berapa persentasenya, yang jelas “pemaparan” mendapatkan persentase lebih besar dibandingkan dengan “penulisan”.

Sepertinya 2 poin itu saja yang bisa aku sampaikan disini, semoga bisa membantu teman-teman untuk bisa mempersiapkan diri mengikuti konferensi IPA, IAGI, HAGI, IATMI, dan lain-lain. Sekali lagi, bukan untuk menjadi yang terbaik akan tetapi untuk bisa menyampaikan karya penelitian kita dengan baik.

salam,

yang sedang belajar GEOLOGI

7 Responses to Presentasi Paper di IPA 2016

  1. Redho says:

    Alhamdulillah, prestasi lagi bang. Tingkat mahasiswa disikat, tingkat profesionalpun juga disikat. Btw, saya lagi latihan buat paper bang, saya akui tips nomer 1 itu masih susah untuk saya lakukan, mengingat status mahasiswa yang haus akan kompetisi (alasanya karena belum pernah ikut kompetisi, pengennya sekali ikut juara :D).
    Mau nanya bang, gimana sih cara menempatkan perasaan ingin menjadi juara? sedangkan kalo juara, kitakan bisa membahagiakan orang tua dan mengharumkan almamater.

    • aveliansyah says:

      @Redho, dimaklumi sih dho.
      Saranku, coba mulai dari kompetisi2 kecil dan ringan dulu (lomba antar angkatan, lomba 17 agustus-an juga boleh) dan menangkan itu! Usahakan kamu sebagai peserta tunggal (bukan tim), kenapa? supaya kamu merasakan bagaimana perasaan menjadi juara, dan itu bisa membantu menaikkan mental kamu. Hargai sekecil apapun pencapaian kamu, dan konsisten untuk terus mengikuti kompetisi (ini menumbuhkan mental sportif dan jiwa kompetitif, kalo kamu udah pernah menang, maka di kompetisi2 berikutnya kamu akan punya mental/perasaan “gak akan mau kalah”.

      dan satu lagi, jangan lupa minta doa orang tua sebelum lomba, selain doa mereka itu makbul, biasanya adrenalin kita juga akan meningkat setelah mendapat suntikan motivasi dari orang tua.

      • Redho says:

        Makasih bang sarannya, segera dilaksanakan, mengingat beberapa bulan lagi lomba 17 agustus-an segera datang. Inilah yang saya butuhkan bang, dengan konsisten mengikuti kompetisi semoga mental sportif ini dan jiwa kompetitif segera tumbuh.
        Iya bang, alhamdulillah setiap langkah selama ini minta restu doa orang tua selalu.
        Oh iya maaf ni bang, boleh minta tolong kirim papernya bang? Mau coba-coba review. Yah, mana tau dengan sering-sering review bisa buat paper yang bagus juga nantinya

  2. cipacipoy says:

    Maas aveeeel kereeen ih!!!
    Nyari2 tentang tips saat menghadiri konfrensi, nyasar ke blog Mas, ajaaarin dong nulisnya 😉😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: