Catatan Perjalanan: Formasi Walat dan Formasi Bayah

Setelah lama tidak piknik, akhirnya weekend kemarin aku piknik juga. Meskipun tidak sepenuhnya piknik, karena disana juga dalam rangka fieldwork, tapi karena aku enjoy sama yang namanya fieldwork, jadilah kuanggap piknik saja perjalanan kemarin itu.

Formasi Walat

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah outcrop Formasi Walat. Kami melakukan pengamatan singkat di area ini, mengukur perlapisan, mendeskripsi batuan, serta membuat kolom stratigrafinya.

Deskripsi outcrop Formasi Walat

Gambar diatas merupakan bagian dari Formasi Walat yg berumur Late Eocene-Oligocene. Pada outcrop ini dapat disimpulkan bahwa terdapat fasies sedimen penciri lingkungan transisi, lebih tepatnya di intertidal zone (gambar 1) yg kemudian ter-erosi oleh terresterial conglomeratic fluvial sediment dibagian atasnya (gambar 2 dan 3). Pola regresi terlihat jelas dengan perubahan fasies delta ke fluvial. Oke, belum ada yg aneh di Fm.Walat ini, masih sesuai dg peneliti terdahulu yg mnyatakan lingkungan pengendapannya fluvio-deltaic system.

Diskusi Paleogen Play di North West Java Basin

Aku sendiri diminta Pak Direktur untuk sharing tentang hasil penelitanku tentang paleogen play di ONWJ (bagi yang ingin membaca hasil penelitiannya dengan lebih detail silahkan lihat proceedings IPA 2016).  Diskusi santai di tepi pantai ini berlangsung sangat menarik, jika tidak dibatasi mungkin bisa sampai larut malam, akan tetapi karena besok harus lanjut fieldwork lagi maka diskusi disudahi sampai pukul 22.00 WIB.

kiri-kanan: Pak Rudi Ryacudu, Pak Ari Samudra, Bro Aveliansyah

Formasi Bayah

Pagi harinya kami langsung menuju lokasi outcrop di pantai, batuan Formasi Bayah tersingkap dengan sangat baik disini, pelamparannya juga luas, sehingga cukup menarik untuk dijadikan laboratorium alam geologi.

Deskripsi outcrop Formasi Bayah

Formasi Bayah ini berumur Late Eocene. Dari pengamatan setengah hari disini, dapat disimpulkan bahwa dibagian bawah outcrop ini ditemukan interbedded sandstone dan mudstone (gambar 1, 2, dan 3). Proses oksidasi yg kuat dilihat dr warna kemerahan, terdapat pula mudcrack yg mencirikan kondisi kering di lingkungan terrestrial. Menuju ke lapisan muda, ditemukan lapisan batupasir yang sangat tebal dg struktur trough x-bedding (gambar 4, 5, dan 6). Dari deskripsi diatas, kita tidak menemukan adanya shale yang signifikan di area ini, sandstone kasar sangat melimpah, sehingga diinterpretasikan sedimen2 diatas diendapkan pada lingkungan meandering fluvial system dibagian bawah dan low sinous braided river dibagian atas.

Setelah diskusi di lapangan, maka acara fieldwork ini ditutup dengan foto bersama di outcrop Bayah Formation ini

yang baju merah jangan sampai lolosss

Sekian catatan perjalanan ini dibuat, sekedar untuk dokumentasi perjalanan aku pribadi, kalau ada manfaatnya buat pembaca ya syukur alhamdulillah. Jika ada diskusi lanjutan mengenai formasi tersebut diatas, silakan tulis dikolom komentar. Please like, share, and subscribe (macam artis youtube aja! hehe..)

salam,

yang sedang belajar Geologi

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: