Catatan Perjalanan: Kampus UPN Yogyakarta

Untuk ketiga kalinya di tahun 2015 ini saya membawakan materi dengan tema basement fractured reservoir di 3 kampus yang berbeda, yang pertama di kampus Geologi IST-Akprind (April, 2015), lalu kampus Geofisika ITS (Agustus, 2015), dan hari Sabtu kemarin (14 November 2015) saya membawakan materi ini di kampus Geofisika UPN. Mungkin karena tema ini cukup jarang diajarkan di kampus-kampus, sehingga para peserta yang mendaftar selalu ramai.

Saya berangkat dari Jakarta hari Jumat sore, lalu menginap di salah satu penginapan dekat kampus UPN, Hotel Daffam namanya (ngomong-ngomong, baju saya ketinggalan satu disana). Selama di Jogja, saya ditemani oleh 2 mahasiswa yang selalu ceria, mereka adalah Wika dan Tama.

Keesokan harinya, pukul 08.00 WIB lebih kurang sudah ada 60-an (?) mahasiswa geologi dan geofisika yang berkumpul di Gedung Frederik Lasut, Kampus UPN Veteran Yogyakarta. Saya sendiri dijadwalkan untuk memberikan kuliah hingga pukul 12.00 WIB. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama American Association of Petroleum Geologist (AAPG) dan Society of Exploration Geophysicist (SEG) UPN Student Chapter, organisasi ini cukup aktif mengadakan kegiatan-kegiatan seminar/ kuliah umum. Para peserta juga tidak mereka batasi hanya dari UPN saja, mereka juga terbuka untuk menerima para peserta dari kampus lain, sehingga acara kemarin juga turut dihadiri oleh perwakilan kampus geologi se-Jogja.

Tiga poin utama yang saya sampaikan disana meliputi definisi, klasifikasi, dan cara mendeteksi basement fractured reservoir. Dari pendapat berbagai ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi Basement Fractured Reservoir adalah semua batuan beku dan metamorf yang diselimuti oleh sedimen diatasnya secara tidak selaras, yang memiliki kemampuan untuk menyimpan dan melalukan fluida hidrokarbon. Untuk mendeteksinya bisa menggunakan data sumur (Image log, Core, ROP, Loss Circulation, Oil show, Total gas) dan data seismik (multiatribut: coherence, dip azimuth, curvature, variance, dan lain-lain).

Setelah sesi diskusi dan tanyajawab selesai, acara ditutup dengan sesi foto bersama. Sebelum saya pulang, saya dihampiri oleh salah seorang peserta yang juga berasal dari Bengkulu, namanya Rido. Ia ternyata adalah salah satu mahasiswa yang sering “nyasar” ke blog yang sedang belajar GEOLOGI ini. Kami berbincang sebentar, dan saya cukup bangga mendengar Rido aktif berorganisasi di kampusnya, dan memiliki IP yang sangat bagus, semoga ia bisa terus membanggakan Bengkulu.

UPN Yogyakarta adalah kampus ke-5 yang saya kunjungi di tahun ini setelah IST-Akprind, ITATS, ITS, dan UNDIP. Semoga kedepannya saya masih diberikan waktu, kesehatan, dan kesempatan untuk bisa terus berbagi ilmu dan pengalaman yang sedikit ini ke kampus—kampus lain di seluruh Indonesia.

Gambar1

One day course, FGMI goes to campus UPN Veteran Yogyakarta

salam,

yang sedang belajar GEOLOGI

2 Responses to Catatan Perjalanan: Kampus UPN Yogyakarta

  1. Muhammad Rahmat Redho Akbar says:

    wah bang, ternyata saya masuk dalam catatan perjalanan Juga, hehe. “Nyasar”? Benar juga sih, sebenarnya saya memang nyasar ke blog yang sedang belajar GEOLOGI. Tapi nyasar kali ini ada hikmahnya. Amin, makasih bang Doanya.
    Oh ya bang request hehe, panggilan saya Redho, bukan Rido bang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: