Catatan Perjalanan: Yogyakarta

Menghadiri Pernikahan Arum dan Lutfi

Di awal tahun saya sudah merencanakan untuk memperdalam ilmu geokimia, setelah konsultasi sana-sini akhirnya saya memilih kursus geokimia yang dibawakan oleh Pak Awang Harun Satyana. Beliau adalah salah satu inspirasi saya dalam belajar, publikasi tentang geokimia Indonesia pun cukup banyak yang telah ia tulis, sehingga saya sangat tidak sabar untuk belajar langsung dari beliau.

Tiket sudah di tangan, tanggal 5 April saya akan terbang ke Jogja. Tiba-tiba teman saya Arum mengirimkan undangan pernikahan via whatsapp, ia akan melangsungkan pernikahan di Jogja pada tanggal 4 April, Wow.. Kebetulan banget nih, langsung saya telpon agen perjalanan saya untuk ­re-schedule tiket saya ke tanggal 4 April.

Agar bisa menghadiri akad nikah, saya mengambil penerbangan paling pagi, yaitu pukul 05.20 WIB. Pukul 03.00 WIB saya sudah bangun, mandi, dan berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta. Tepat pukul 06.30 WIB, saya tiba di Bandara Adi Sucipto Jogja, dan saya langsung menelpon sepupu untuk minta dijemput.  Sepupu saya adalah mahasiswa semester 4 Teknik Mesin UGM, seperti mahasiswa teknik pada umumnya, tidak sah rasanya kalau di hari sabtu harus bangun pagi, alhasil belasan panggilan telpon saya tidak mampu membangunkannya.

07.15 WIB, sepupu saya belum juga bangun, akhirnya  saya memanggil taxi dan berangkat menuju lokasi resepsi pernikahan Arum dengan membawa koper yang cukup besar. Lokasinya cukup jauh dari bandara, dengan bermodal GPS akhirnya tepat pukul 08.30 WIB saya tiba di lokasi pernikahannya Arum. Meski saya melewatkan prosesi akad nikah, akan tetapi  saya cukup happy bisa hadir disana dan bertemu dengan rekan-rekan Forum Indonesia Muda Regional Jogja yang juga ramai hadir di acara tersebut. Happy wedding Arum dan Lutfi! 

1530311_572018209602335_3911899762834194950_n

Belajar Geokimia Bersama Pak Awang

Inilah menu utama saya selama di Jogja, yaitu belajar bersama salah seorang living legend, Pak Awang Harun Satyana.  Bersama dengan 9 orang geosaintis lainnya yang berasal dari berbagai perusahan migas, kami belajar tentang Petroleum Geochemistry selama lima hari penuh di EastParc Hotel.

Teori abiogenik dan biogenic minyak bumi menjadi tema bahasan awal yang sangat menarik, lalu dilanjutkan dengan mempelajari source rock, generation, migration,oil to source correlation, regional geochemistry of indonesia, hingga CBM, shale gas, dan methane hydrate. Kursus kali ini terbilang unik, karena semua pesertanya adalah pria, meski begitu mereka semua sangat aktif bertanya sehingga suasana ruangan tetap terasa hangat.

11115708_689280057885285_8134449958525215742_n

Berbagi dengan mahasiswa Jogja

Hari terakhir saya di Jogja  ditutup dengan kegiatan short course, disitu saya berbagi ilmu dengan 80 mahasiswa  geologi IST-Akprind, UGM, UPN Veteran, dan STTNAS. Ketika sedang berada di luar kota, biasanya saya memang menyempatkan waktu untuk mengajar ke kampus-kampus, membagikan sedikit ilmu yang saya punya dan berharap bisa bermanfaat bagi adik-adik mahasiswa.

Tema yang diambil pada waktu itu adalah tentang  unconventional reservoir, yaitu fractured basement reservoir. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, Indonesia hanya tinggal memiliki 3 miliyar cadangan terbukti, dengan laju produksi +/- 800ribu barel minyak per hari, maka kurang dari 10 tahun tidak akan ada lagi minyak yang bisa diproduksikan, sehingga kegiatan eksplorasi sangat dibutuhkan untuk menemukan cadangan baru.

Saya mengawali kuliah dengan melemparkan sebauh pertanyaan “where oil is firstly found?”, semua peserta saling lirik kanan-kiri, samar-samar saya mendengar ada yang menjawab di Timur Tengah, Amerika, Indonesia, dll. “Oke kalau tidak ada yang tahu, saya kasih tahu jawabannya, oil is firstly found in the head of geologist

Several time in the past, we thougt we were running out of oil, whereas we were only running out of ideas. Sebenarnya bukan minyak-nya yang habis, akan tetapi kita saja yang kehabisan ide untuk mencari minyak. Hal pertama yang harus dilakukan dalam menemukan minyak adalah mencarinya di dalam otak geologist, yaitu ide dan konsep baru!

Oil is found in new areas using old ideas, but oil is also found in old areas using new ideas. Untuk lapangan-lapangan yang sudah tua, jangan buru-buru ditinggalkan, coba gali kembali ide gila-nya, cari lagi dimana minyak-minyak itu bersembunyi, jangan lupa bahwa minyak tersimpan di dalam batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas, artinya batuan apapun jika memiliki kemampuan tersebut berarti bisa menyimpan minyak, termasuk batuan dasar (basement!).

3 jam berlalu, kuliah fractured basement reservoir-pun akhirnya ditutup. Setelah istirahat sholat dan makan siang, diadakanlah acara sharing session dengan aktivis-aktivis kampus yang merupakan pengurus harian organisasi SM IAGI dari IST-Akprind, UGM, UPN, STTNAS, dan UNDIP. Disitu kami berdiskusi banyak tentang rencana pengembangan organisasi SM IAGI, hingga akhirnya waktu pulalah yang mengakhiri diskusi seru tersebut. Pukul 16.20 WIB, saya kembali pulang ke Jakarta dengan puas, karena sekali mendayung ke jogja, 3 pulau terlampaui.

Picture1

Salam,

Yang sedang belajar Geologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: