Kisah Handphone yang (tidak) Hilang

Hari Sabtu kemarin, saya bersama dengan teman-teman alumni Geologi UNDIP main futsal di Kuningan Village. Tempatnya besar, lapangannya bagus, dan udaranya tidak pengap, akan tetapi karena saya tinggal di kawasan TB Simatupang, maka tempat futsal tersebut cukup jauh untuk dijangkau. Saya menghabiskann waktu 40 menit perjalanan menggunakan motor.

Setiba disana, sepertinya perpaduan bumbu rendang, sambal ijo, kuah-kuah nasi padang, dan angin perjalanan membuat perut saya mules sehingga langsung bergegas menuju toilet untuk mengeluarkan kembali apa yang baru saja saya makan dari Rumah Makan Padang Tanjung Barat yang lezat itu. Saya mengeluarkan Handphone (HP) dari saku celana dan menaruhnya di dudukan belakang kloset. Karena tidak ingin melewatkan pertandingan futsal terlalu lama di dalam toilet, maka setelah prosesi buang air besar selesai, saya buru-buru meninggalkan toilet lalu berlari menuju lapangan futsal.

Absen selama satu bulan dari lapangan futsal membuat saya begitu antusias bermain bersama teman-teman sore itu, tidak terasa 1.5 jam berlalu dan sepatu saya mulai “mangap”, pertanda saya harus mengistirahatkannya di pinggir lapangan. Tepat pukul 18.00 pertandingan futsal berakhir, kami segera membersihkan dan merapihkan diri sebelum beranjak pulang ke rumah masing-masing.

A: Eh, HP gw dimana ya? Kok gak ada di tas

B: Coba Inget-inget dulu mas tadi naruh dimana.. Aku coba telponin ya

A: Ah, di toilet.. (saya langsung menuju toilet, diikuti oleh rombongan teman-teman lain yang ingin bantu mencari dan menelpon)

Dua jam tertinggal di toilet, sudah pasti HP tersebut akan ditemukan orang lain, dan benar saja HP tersebut sudah tidak ada di dudukan belakang kloset. Teman-teman masih terus menghubungi nomor saya, nyambung memang akan tetapi tidak diangkat.

A: Yasuda lah Lay, ditempat seramai ini sulit untuk berharap HP tersebut kembali. Sholat dulu aja lah, udaah magrib nih..

B: Oke mas, duluan aja, masih ngantri wudhu nya..

Si B yang saya panggil Lay  ini adalah dek angkatan yang bernama Budi Malaysetia Amboro, saya sering memanggilnya Malay ataupun Alay. Selagi mengantri untuk sholat, dia terus menelpon nomor saya sambil mengamati orangorang disekitar toilet. Akhirnya sayapun selesai sholat, dan diiakhir sholat saya berdoa Jika hilangnya HP ini adalah ganjaran dari kelalaianku ataupun karena hartaku yang belum bersih, maka aku ikhlas. Akan tetapi jika aku masih diberi kesempatan untuk memegang HP itu kembali maka aku akan sangat bersyukur jika HP itu dikembalkan kepadaku.

B: Mas, itu orang di lapangan futsal sana dari tadi ngeliatin aku terus, aku curiga dia tahu soal HP itu, tapi aku gak enak langsung nuduh.

A: Lapangan sana ya? Mmhh.. eh itu ada si Putu, Woody put!

Putu adalah rekan kerja saya di FGMI (Forum Geosaintis Muda Indonesia) yang kebetulann sore itu juga sedang bermain futsal.

P: Oi vel, ada apa nih?

Malay pun menjelaskan kejadian soal HP yang hilang, lalu putu memanggil temannya yang sedang bermain futsal

X: Mas nyaris HP ya? HP nya merek apa? Warna apa?

A: lenovo warna putih, ringtone nya lagu pucing pala barbie

X: Oh oke, tadi saya temuin di toilet, lalu saya amankan di tas, syukurlah kalau yang punya masih di sini, nih HP nya mas

A: Aaahh makasih banyak

Ya akhirnya HP saya tidak jadi hilang, semula saya pesimis dan tak mau berusaha mencari, ternyata perpaduan antara doa (ketika sholat magrib) dan usaha (yang dilakukan oleh mala) membuahkan hasil yang diluar ekspektasi. Maka dari itu, tetaplah berusaha dan jangan lupa berdoa untuk semua hal yang kita hadapi.

A: Oke semuanya, gw pulang dulu ya.. eeeeh bentar, kunci motor gw mana??

Semua orang bantu mencari, dan akhirnya ketemu.

C: Ini mas kuncinya, ada di meja sana tadi

A: aaaaah terimakasih

D: Mas aku gak nemu kunci, tapi aku nemu botol minum yang ada namamu

A: aaaaah itu botol minum gw, makasih…

Akhirnya saya pulang sambil terus mengucap syukur atas semua barang yang tidak jadi hilang hari ini. Setibanya dirumah, saya membongkar tas, mengeluarkan sepatu, baju, handuk, dan celana kotor. Akan tetapi saya tidak menemukan celana futsal saya di tas, setelah diingat-ingat saya meninggalkan celana futsal tadi di toilet. Yassalaaaam… ada apa dengan hari itu, apa saya kurang minum Aqua ya

Salam,

yang sedang belajar TELITI

4 Responses to Kisah Handphone yang (tidak) Hilang

  1. Marimo-head says:

    Kykny penyebabnya si ringtone… (serius pusing kepala barbie??)

  2. Eko Suko Wiratmoko says:

    halah kebanyakan mikir yang lain sih…yang udah ya udah mas direlakan aja

  3. Afdil says:

    sudah waktunya ada yang ngingetin kali bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: