30 Menit Keliling Dunia

Jam masih menunjukkan pukul 12.00 WIB, masih ada sisa 30 menit waktu istirahat sebelum lanjut bekerja lagi. Seorang senior memanggil ke ruangannya, dan kami-pun mulai ngobrol ngalor-ngidul. Sampai akhirnya kami berdiskusi tentang “Indonesia”, sang senior yang sudah melanglang buana keliling dunia ini punya banyak pengalaman yang bisa ia ceritakan. Dibantu dengan google map, maka petualangan kami keliling dunia-pun dimulai.

Beruntung di zaman sekarang ini jarak antara Jakarta-New york hanya sebatas ibu jari saja, dalam waktu sekejap kita bisa mengunjungi kota di belahan dunia lain hanya dengan mengetikkan lokasi tersebut di gadget kita, sungguh kita telah masuk ke era dunia tanpa batas. Perjalanan keliling dunia siang ini kami mulai dengan mengunjungi negera tetangga dan serumpun, yaitu malaysia. Tampak dari peta bahwa dengan skala 100 km, kita hanya menjumpai 1 jalan (cukup) besar di timur pulau sumatera, jika kita tengok ke malaysia sungguh iri rasanya, karena pulau tetangga itu memiliki warna orange yang tebal dan ramai, menandakan bahwa jalanan disana sangat besar dan banyak, menghubungkan tepi barat, timur, utara, selatan negara malaysia, ditambah 2 jalur besar yang menghubungkan-nya di tengah.

Lalu bagaimana dengan kalimantan? SEPI! tak tampak jalanan di pulau besar tersebut, bahkan jalanan Balikpapan-Samarinda yang dulu pernah saya lewati (sepertinya jalanan tersebut cukup besar) juga tidak tampak di peta dunia skala 100 km. Padahal jika kita lari ke utara, kita menemukan jalanan besar di sepanjang pantai utara malaysia. Lalu bagaimana kota-kota di kalimantan bisa berkembang jika infrastrukturnya sangat-sangat tidak mendukung, tidak ada jalur yang menghubungkan antar kota disana.

Aaah,, Malaysia memang sudah lebih maju dari kita, jadi wajar saja lah jalanan disana lebih baik. Oke kalau begitu kita terbang ke papua new guinea, dan bandingkan dengan pulau papua. Bahkan papua new guinea saja memiliki jalanan besar dan panjang ditengah negara mereka, panjang menyusuri lembah-lembah yang di kiri-kanan nya diapit oleh pegunungan. Dengan kekayaan alam yang dimilikinya, tidak seharusnya papua sepi dari infrastruktur.

Kami kecilkan lagi skala peta, dan membandingkan Indonesia dengan negara asia tenggara, dan jelas terlihat bahwa negara kita sepi dari pembangunan jalan raya yang besar, hanya kota jakarta yang samar-samar tampak warna orange penanda disana memiliki jalanan yang besar. Lalu kami zoom lagi area jakarta, dan mulai membandingkannya dengan kuala lumpur, singapura, dan beijing. Ternyata kota paling maju di indonesia tersebut terlihat ketinggalan start dalam hal penataan kota jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia, dan lihatlah kota beijing, begitu rapih dan tertata-nya infrastruktur jalan disana.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk mengkerdilkan bangsa sendiri, semoga kita semua terlecut untuk membangun indonesia karena sepertinya kita sudah tertinggal jauh.

sumatera

  Sumatera vs Malaysia

borneo

Kalimantan vs Malaysia

papua

 Papua vs Papua New Guinea

indonesia

 Indonesia vs Asia Tenggara

jakarta

Jakarta vs Kuala Lumpur vs Singapura vs Beijing

3 Responses to 30 Menit Keliling Dunia

  1. cipacipoy says:

    Hei mas, tulisan mas kali ini menggoda untuk aku berkomentar. Pertama aku pikir bener2 cerita tentang keliling dunia, eh ternyata sebatas di Malaysia aja. Hehe Kemudian, aku juga tertarik karena artikel ini bersinggungan sekali sama background dan rutinitas aku.

    Dan sedikit hal yang aku komentari:
    •Bahkan papua new guinea saja memiliki jalanan besar dan panjang ditengah negara mereka, panjang menyusuri lembah-lembah yang di kiri-kanan nya diapit oleh pegunungan. Dengan kekayaan alam yang dimilikinya, tidak seharusnya papua sepi dari infrastruktur –> Aku rasa Papua jauh lebih baik memiliki infrastruktur dibanding PNG. Dan kalau di peta mas nunjukin PNG punya jalan dari timur ke barat itu benar. Tapi untuk di Indonesia sangat sulit dan berat untuk bangun jalan di Papua dari barat ke timur karena medannya dan sangat akan membutuhkan investasi yang besar dan akan banyak merusak lingkungan. (aku rasa mas tau juga dibagian tengah Papua ada apa, ahaha). Kemungkinan jalan berdasarkan rencana yang aku tau tuh, dimulai dari ke Merauke-Jayapura-Wamena-Manokwari-Sorong. Tapi sepertinya rencana ini tidak dilanjutkan oleh Presiden terpilih. Oleh karena itu benar transportasi yang memadai adalah pesawat. Bahkan saat aku pernah mengerjakan project di Papua, untuk mempercepat pembangunan di Papua adalah dengan membuka akses bandara perintis beserta pesawat-pesawatnya untuk komersial dengan harga murah. Tapi lagi-lagi butuh investasi besar. Hiks banget.

    •Peta perbandingan antara Sumatera vs Malaysia. Memang kalau dilihat pada skala itu tidak terlihat jaringan jalan seperti di Malaysia/Singapura. Nah, disini perlu dilihat juga luasan wilayahnya mas. Kedua Negara tersebut jika dijumlah hanya 380.447 km2 sedangkan Pulau Sumatera 443.065 km2. Tapi aku juga heran siy, kenapa di google map jaringan jalan di Indonesia tidak berwarna kuning, padahal jaringan jalan hampir terhubung kok.

    •Ternyata kota paling maju di indonesia tersebut terlihat ketinggalan start dalam hal penataan kota jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia –> Duuh ini sebenarnya bikin nyesek juga niy. Dalam hal penaataan kota memang Negara ini agak telat dan cenderung mengalami banyak tantangan ketika sudah semakin semrawut. Tapi disini aku gak akan nge-spam banyak tentang penataan kota karena ini blog orang yang sedang belajar geologi mhihihi (tapi kalau ditanya insya allah mampu menjelaskan tentang tata kota tapi butuh 3 sks atau lebih sepertinya ahahahay).

    •dan jelas terlihat bahwa negara kita sepi dari pembangunan jalan raya yang besar –> duh mas gak sepi kok dari pembangunan jalan, tiap tahun terus mencoba bangun infrastruktur jalan. Sedih banget kalau dibilang sepi dari pembangunan jalan

    Udah ahh panjang banget jadinya kan dan aku udah mau pulang kantor, nanti2 aku lanjutin komenku deh hehe

  2. aveliansyah says:

    wiiw.. komennya panjang bener cip🙂
    tambah beberapa kalimat dikit udah bisa bikin 1 postingan blog tersendiri..
    sayang klo cuma ditulis di comment doang cip, mending bikin tulisan di blog km, nanti aku link-kan dari sini, jadi setelah orang baca tulisanku, dia bisa terbang baca tulisan dari anak planologi langsung😀

    • cipacipoy says:

      Haha gitu ya mas, tapi aku belum ada ide nulis terkait postingan mas ini, makanya cuma bisa komen. Hmmbh, boleh jg kalo ada usul topiknya siy. Hehehe. Besok2 pas ‘mood’ nulis ku muncul & punya waktu menuliskannya akan aku posting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: