Jeruk dan Apel

Kau Jerry, Aku Avel

Kau Jeruk, Aku Apel

Kau juara main kelereng, Aku yang jadi penjual kelerengnya

Kau juara ngaji di komplek, Aku hanya menjadi nomor dua

Kau murid TK yang tak bisa diam, Aku murid TK yang sangat pendiam

Kau sekolah di SMP favorit di Bengkulu, Aku di SMP-nya para preman

Kau Ketua OSIS di SMA, Aku hanya kutu loncat berbagai ekskul di SMA

Kau memilih Tarung Drajad, Aku memilih untuk menjadi Karateka

Kau merantau ke Padang, Aku memilih ke tanah Jawa

Kau Presiden BEM Universitas, aku hanya Ketua Himpunan Jurusan

Kau Master, Aku Engineer

Kau pekerja di salah satu rumah sakit terbaik Jakarta, Aku menjadi kuli minyak di BUMN

Kau menjadi dosen di kampus swasta Jakarta, Aku memilih menjadi pembicara lepas berbagai kampus di Indonesia

Kau dan Aku selalu berbeda dan akan selalu begitu, tetapi perbedaan-perbedaan tersebut selalu menjadi warna indah dalam hubungan persaudaraan kita. Satu-satu nya yang menjadi kesamaan kita adalah cita-cita untuk membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua kita tercinta.

Dan hari ini kau mengucapkan ijab kabul dan janji pernikahan dengan suara bergetar menahan tangis, begitu berat sumpah yang kau ucapkan di hadapan wali dan disaksikan malaikat. Sedangkan aku? Hanya menurunkan kamera yang tiba-tiba terasa lebih berat dari biasanya, atau mungkin ini karena tangan dan kaki-ku yang tiba-tiba melemas tak bertenaga? Air mata tak dapat kubendung, aku mundur ke belakang mengambil posisi yang agak tersembunyi dari keramaian, dan mencoba untuk mengendalikan haru yang begitu mendalam.

Khayalanku memutar waktu kembali ke masa lalu, masa dimana kami melewatkan masa kecil yang diwarnai tawa canda bahkan perkelahian khas anak lelaki. Masa dimana kakak selalu mengalah dengan suara tangisku, masa dimana kakak harus dimarahi ayah ketika aku terjatuh dari sepeda, masa dimana kakak harus menanggung banyak kesalahan yang aku perbuat, masa dimana kakak menangis di pojok pintu ketika menyaksikan aku terbaring sakit di atas tempat tidur.

Dan hari ini, kakak-ku benar-benar telah berubah menjadi pria yang seutuhnya, mengambil tanggung jawab untuk menjadi imam dalam keluarga baru yang akan ia bangun. Sedangkan aku? Akan selalu mendoakan yang terbaik untuk My Best Brother Ever! Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaykuma wa jama’a bayna kumaa fii khair Bang Je dan Ayuk Titin.

DSC_0163

Kombinasi batik dan kopiah itu membuat gue terlihat seperti penghulu -_-!

salam,

yang sedang belajar Geologi

4 Responses to Jeruk dan Apel

  1. Yovin says:

    Pantes mirip vel, barakallah buat abangnya avel🙂

  2. mibrahim07 says:

    Barakallah… bwt abangnya bang avel mas udhi tgl 19… bang avel .. di tunggu undangannya bang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: