Geopreneurship

Sore ini tiba-tiba Microsoft Office di tablet saya tidak bisa digunakan, sehingga saya memutuskan untuk melakukan instalasi ulang. Sadar bahwa untuk mengunduh Office 2013 membutuhkan kuota internet yang besar, maka saya membutuhkan Free wifi! Saya ingat Minggu lalu ketika sholat jumat, saya melihat ada Coffee Shop baru yang bertuliskan Free wifi di pintu nya. Tanpa menunggu lama, saya segera turun ke bawah untuk mengunjungi Coffee Shop tersebut.

Tempatnya sendiri cukup Cozy buat saya, hanya saja AC nya terlalu dingin untuk badan ringkih saya yang tidak terlalu suka dengan udara dingin. Menu yang ditawarkan pun belum banyak variasinya, hanya ada kopi dan kue bolu (?) saja, maklum Coffee Shop ini baru beroprasi selama 1 bulan, dan pelanggannya pun belum banyak.

Selagi menunggu proses pengunduhan selesai, paling asyik jika disambi dengan menulis, terlebih blog ini tidak cukup sering di update. Coffee Shop ini sendiri sebenarnya mengingatkan saya pada kenangan 5 tahun lalu, dimana saya juga merintis bisnis yang serupa tapi tak sama, GOINDI Tea House & Art Gallery namanya. Bisnis yang saya rintis dengan tiga orang teman ini memberi banyak sekali ilmu dan pengalaman berharga dalam berbisnis. Berikut beberapa pengalaman yang bisa saya share, semoga bisa berguna bagi teman-teman yang ingin berbisnis.

  1. Lokasi

    Saya tidak memulai bisnis ini dengan tiba-tiba, saya telah ikut pembekalan dari para praktisi, seminar kewirausahaan dari happy trenggono, dan bahkan sempat magang 1 bulan di bisnis bioskop mini di Semarang. Disitu saya diberi tahu bahwa 3 hal utama dalam membangun bisnis kuliner adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Tapi tampaknya hal tersebut tidak bisa saya terapkan dengan baik, lokasi yang saya pilih tidak cukup strategis. Kami terlalu berani mengambil resiko ketika membangun cafe di seberang tempat pembuangan sampah (oke silahkan kalian tertawakan saya -_-!). Disamping harga sewa yang murah, kami beranggapan bahwa warung penyet disamping tempat pembuangan sampah tersebut tetap ramai pengunjung dan menjadi salah satu warung penyetan favorit di Semarang meski lokasinya bersebelahan dengan pembuangan sampah. Penyet Sampah begitu kami biasa menyebutnya.

  2. Fokus

    Ketika awal berdiri, cafe ini sebenarnya cukup ramai dan dipadati oleh para mahasiswa. Sedikit curang memang, karena saya memanfaatkan posisi saya sebagai asisten dosen. “bang, kami bisa minta waktu untuk asistensi? Bang,mau kumpulin laporan nih” dan saya selalu jawab “oke, saya ada di cafe, silahkan datang ke GOINDI”, memang saya tidak memaksa mereka untuk order menu, tapi antrian asistensi yang panjang tentu membuat mereka haus dan lapar. *tertawa licik*

    Tapi peluang tersebut tidak bisa dimaksimalkan, kesibukan kami sebagai mahasiswa tingkat akhir dan sulitnya mencari pegawai membuat cafe kami tidak konsisten untuk melayani pelanggan.

    Pada bulan ke-dua cafe ini berdiri, saya mendapat tawaran proyek di Kalimantan dan Jakarta selama 5 bulan, bayaran-pun berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pendapatan saya dari GOINDI, dan akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan Semarang.

    Pada bulan ke-tiga, ketidakmampuan kami untuk berbagi fokus dan ditambah rasa bosan yang mulai menjangkiti kami, menyebabkan cafe ini sering buka-tutup, dan pada bulan ke-empat cafe ini secara resmi ditutup dan kami pun menjual semua aset yang ada.

  3. Konsep Unik

    Maraknya Coffee Shop di sekitaran kampus memicu kami untuk membuat bisnis sejenis tapi dengan konsep yang beda, sehingga kami memutuskan untuk membuat kedai teh. Jika orang punya banyak pilihan tempat untuk menikmati kopi, maka kami adalah satu-satu nya pilihan tempat untuk menikmati teh. Kami mengajak orang untuk menikmati teh dengan cara yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, merasakan sensasi budaya minum teh dari berbagai daerah, dan menghadirkan puluhan menu teh di satu tempat, yaitu GOINDI tea house.

    Itulah konsep yang ingin kami bangun, akan tetapi dikarenakan kami ber-empat hanya jago membuat konsep dan tidak jago dalam eksekusi, maka hanya 50% saja dari ide tadi yang terwujud.

  4. Percaya Diri

    Saya punya keyakinan bahwa untuk memulai suatu apapun yang dibutuhkan manusia adalah percaya pada kemampuan diri sendiri, CONFIDENT! Saya percaya bahwa kekuatan terbesar manusia ada di otak, bukan otot. Otak adalah pusat pengaturan seluruh organ tubuh, tidak hanya raga akan tetapi juga jiwa (hati dan pikiran). Ketika kita berpikir dan yakin bahwa kita bisa, maka semua rencana akan berjalan dengan lebih mudah.

    Tentunya yakin saja tidak cukup, yakin harus didahului dengan ilmu. Sebagai contoh, anda yakin bisa berenang tapi belum tahu teknik berenang seperti apa, maka ketika anda loncat ke kolam renang, keyakinan tadi tidak akan membantu anda, tetap saja anda tenggelam *curhat lo vel?*. Contoh lainnya adalah, saya yakin bahwa mengendarai mobil itu tidak susah, lalu saya pelajari teorinya, lalu latihan setengah hari di parkiran apartemen, besoknya dengan keyakinan tinggi saya bawa mobil sendirian tanpa ditemani pendamping hidup!, Alhamdulillah bisa pulang dengan selamat dan berhasil melewati kemacetan margonda dan jalan-jalan tikus di Jagakarsa.

    Begitupun dengan bisnis, yakinlahh bahwa anda terlahir sebagai pebisnis yang handal, teorinya tidak sulit kok, yaitu pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran, fokus dan konsisten dalam menjalaninya.

Naah karena proses mengunduh Microsoft Office saya sudah selesai, maka saya juga harus segera mengakhiri tulisan yang cukup panjang ini.

Salam,

yang sedang belajar GEOLOGI

One Response to Geopreneurship

  1. mibrahim07 says:

    wah bagus tu bang GOINDI nya, karena abang fokus di dunia akademisi, maka saya yg interpreneurnya saja, jadi boleh share ilmu teh nya bang? *serius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: