Selamatkan Anak Indonesia

Perjalanan Jakarta-Puncak bersama Betty

Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, dan tubuh saya sudah dibalut jaket tebal, jeans, sepatu, sarung tangan, masker, dan helm. Sabtu pagi ini saya akan mengajak betty jalan-jalan keluar jakarta. Kali ini yang menjadi tujuan kami adalah villa puri pipit yang letaknya ada di desa mega mendung, puncak, Bogor. Berbekal google maps, saya dan betty berhasil menempuh perjalanan panjang, menembus barisan mobil dan motor sepanjang Jakarta-Bogor.

Sesampainya di puncak, saya dan betty sempat berhenti sebentar di beberapa spot indah, sekedar untuk menarik nafas panjang menghirup udara pagi yang segar, menikmati pemandangan nan elok, sambil mengabadikan beberapa gambar indah disana. Betty tampak senang sekali, karena selama ini dia hanya terkukung di hingar bingar jakarta yang udaranya sangat jauh dari istilah “segar”.

SAM_0649

Sekitar pukul 09.00 WIB saya dan betty tiba di villa puri pipit, dan ternyata orang-orang sudah ramai duduk lesehan melingkar di villa sejuk nan asri tersebut. Saya langsung membaur dengan kerumunan orang-orang tersebut, dan terlihat bundo amel yang akan mengakhiri materinya pagi itu. Bundo amel pun mengajak orang-orang yang duduk melingkar tersebut saling mencari pasangan, lalu saling mengucap syukur. pasangan saya kala itu adalah kak Adil, ucapan syukur yang saya ucapkan adalah

“Ahlamdulillah, saya bersyukur karena hari ini saya bisa tiba di sini dengan selamat, berkumpul kembali dengan relawan ASA Indonesia yang hebat dan inspiratif, dan semoga acaranya lancar dan bisa membuat anak-anak disini senang”

Kak Adil-pun juga mengucap syukur karena sejauh ini acara berjalan dengan lancar. Setelah acara saling mengucap syukur ini selesai, saya melihat banyak pasangan wanita yang saling memeluk satu sama lain, “aah, itulah wanita.. perasaan mereka terlalu halus, sangat mudah terharu, dan kemudian saling berpelukan” kata saya dalam hati. Saya dan Kak Adil? kami memutuskan untuk tidak berpelukan, berjabat tangan akan terlihat lebih macho.

Di halaman villa, terlihat betty sedang duduk santai menikmati pemandangan hijau sembari beristirahat sejenak, saya tahu dia cukup lelah dengan perjalanan panjang yang kami lewati barusan.

Ksatria Bergitar

Saya tidak sedang menceritakan tentang Rhoma Irama, ksatria bergitar yang saya temui kemarin adalah sesosok wanita berjilbab dengan gitar akustik di tangan kanannya. Baru kali ini saya melihat seorang moderator acara diskusi, menenteng gitar, lalu memanggil pembicara-nya dengan mendendangkan sebuah lagu. “… ini dia bunda masnaaah,, for your love” begitulah sepotong lirik yang masih saya ingat dari lagu yang ia dendangkan. Namanya adalah Rhoma Mentari, eh Rona Mentari maksud saya.

SAM_0657

Sayangnya saya melewatkan banyak materi yang disampaikan oleh para pembicara karena harus menjemput beberapa peserta di jalan raya. Untungnya betty selalu siap sedia menemani saya mendaki gunung lewati lembah, sehingga saya hanya membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk pulang pergi menjemput para peserta pelatihan.

Pemuda Galau itu bernama Kamil

Seusai sholat magrib berjamaah, Pak Elmir menunjuk salah satu peserta untuk sharing tentang apapun, dan pilihan-pun jatuh pada sesosok pria berkacamata, berkulit putih, berbadan kekar, dan bekerja sebagai karyawan di salah satu BUMN. Tidak, dia bukan satpam ataupun tukang pukul di BUMN tersebut, walaupun badannya tinggi besar, tapi dia adalah seorang resources engineer, Kamil namanya.

Dia bercerita tentang kegalauannya bekerja di BUMN, tapi mohon maaf saya tidak bisa menceritakan apa yang terjadi di ruang curhat tersebut, yang jelas Kamil mendapatkan banyak pencerahan dari teman-teman yang bijak bestari ini.

Tolong Jangan Menangis

Hari minggu pagi, anak-anak kecil sudah ramai berkumpul di halaman villa puri pipit milik bunda masnah. Ya, inilah hari dimana para relawan mengaplikasikan materi yang telah mereka peroleh pada pembekalan hari sabtu kemarin. Anak-anak tersebut dibagi menjadi 4 cluster, yaitu pre-school yang dipimpin oleh shafira dkk, kelompok anak kelas 1 sampai kelas 3 yang dipimpin oleh Avel dkk, kelompok kelas 4-6 yang dipimpin oleh Rona, dan cluster SMP-SMA yang dipimpin oleh Bang Roby dkk.

Shafira dkk mengajak anak-anak pre-school menggambar sederhana dan bermain bersama. Rona dkk membuat orkesra musik dengan memanfaatkan kardus, kaleng, gelas, dan tentunya gitar kesayangannya. Bang Roby dkk membuat film bersama anak-anak SMP-SMA menggunakan gadget, dengan tujuan agar mereka bisa memanfaatkan gadget dengan lebih produktif. Bagaimana dengan kelompok saya?

Walaupun suka dengan anak-anak, tapi saya bukanlah tipe orang yang mudah dekat dengan anak kecil, dan saya juga tidak jago dalam menggambar. Untuk mengantisipasi hal itu, saya browsing bagaimana cara mengajarkan anak kecil menggambar dengan baik. Pertama-tama, saya mengawali perkenalan dengan mendongeng, dan teman-teman saya yang menjadi artisnya juga sudah siap berakting di depan anak-anak lucu tersebut. Setelah selesai mendongeng, barulah kami mengajak anak-anak tersebut menggambar cita-cita mereka, kami berharap dongeng yang diceritakan sebelumnya dapat menjadi inspirasi bagi mereka dalam menggambarkan cita-cita.

huuu.. huuu.. huuu…” terdengar suara anak menangis di kerumunan anak-anak kelompok saya. Saya datang kesana untuk membantu teman saya yang juga sibuk menemani anak lainnya menggambar. “adeeek kenapa nangis?? yuuk bikin gambar ama kakak” bujuk saya, “huuu.. huuu.. huuu..” sambil menggeleng (isyarat gak mau gambar bareng gw) dan tetap menangis. saya bingung, “eeeh.. yaudah kita main aja yuuk, eeemm main apa yah enaknya,, main bola aja gimana?“(harusnya gw ajak dia main boneka, karena dia anak cewek), “HUUU.. HUUU… HUUU..” tangisnya tambah kencang, dan para fotografer langsung mengabadikan momen tersebut, momen dimana wajah bingung saya tidak bisa berbuat banyak untuk membuat anak kecil berhenti menangis. Untungnya beberapa saat kemudian ibu-nya datang menjemput, dan alhamdulillah anaknya berhenti menangis.

Oke, seharusnya saya tidak lupa untuk browsing “bagaimana cara membuat anak kecil berhenti menangis?

Pulang dengan sejuta kenangan

Saya tidak punya kalimat yang bisa menggambarkan bagaimana rasanya ketika anak-anak kecil nan polos datang menghampirimu dan menjulurkan tangannya, pertanda dia mengajak salaman. Senaaang sekali rasanya mendapati tangan saya diciumi oleh anak-anak kecil yang terlihat bahagia tersebut.

Alhamdulillah, It’s a good quality weekend! mendapat teman-teman baru yang hebat, memperoleh banyak inspirasi dan ilmu tentang anak, dan bermain bersama puluhan anak-anak yang menyenangkan!

Tak lupa kami para relawan mengabadikan momen indah tersebut di depan villa puri pipit sambil meneriakkan jargon kita

“SELAMATKAAN ANAAAK INDONESIAAAA”

1016517_4992075046656_1993371853_n (1)

1001632_4991824160384_2136760792_n

SAM_0716

*NB: Betty adalah nama motor saya, singkatan dari “Black Sweety”. Acara ini diinisiasi oleh ASA Indonesia bekerjasama dengan Forum Indonesia Muda. Merupakan acara rutin tahunan sebagai bentuk komitmen mereka terhadap dunia anak-anak

salam,

yang sedang belajar Geologi

One Response to Selamatkan Anak Indonesia

  1. eh, ini yg tahun 2013 bukan??
    haha..baru ngeh klo ternyata ada mas Avel..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: