Menjejakkan Kaki di Gunung Padang

Bagi kalangan geologi dan arkeologi Indonesia, nama gunung padang akhir-akhir ini menjadi buah bibir yang sangat sering diperbincangkan, bahkan menjurus kepada perdebatan panjang tak berujung. Mengapa Gunung Padang ini menjadi begitu seksi?

SAM_0528 - Copy

Gapura penyambut para wisatawan yang datang ke Gunung Padang

923194_10201135145331307_870418857_n

yang sedang belajar Geologi mejeng bentar sebelum mendaki tanjakan terjal di belakangnya

Tidak seperti berita raffi ahmad yang baru saja bebas dari penjara, ternyata berita kehebohan gunung padang ini sendiri tidak begitu akrab di telinga masyarakat luas, terbukti ketika saya mempromosikan kegiatan fieldtrip ke gunung padang, banyak rekan (non geologi) yang mempertanyakan keistimewaan gunung tersebut.

Kalau kita mengetikkan kata “gunung padang” di search engine google, maka akan banyak sekali informasi tentangnya, bahkan di Wikipedia sendiri sudah menegaskan bahwa “gunung padang is the biggest megalith site in south east asia”. Lalu kenapa baru hebohnya akhir-akhir ini saja?

SAM_0558 - Copy

Salah satu peserta fieldtrip yang letih menaiki ratusan anak tangga yang cukup terjal 

Sebenarnya, gunung padang ini sudah ditemukan sejak lama oleh menir belanda, yaitu pada tahun 1914, akan tetapi baru dipugar sebagai situs megalitikum oleh pemerintah pada tahun 1985. Setelah pemugaran selesai dilakukan, nama situs ini tenggelam begitu saja, seakan-akan tertimbun lagi oleh tumpukan tanah yang sudah dikupas dari wajahnya.

Barulah satu tahun terakhir, sekelompok peneliti yang menamakan diri mereka Tim Mandiri Terpadu memulai penelitian mereka terhadap situs ini. Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Dr.Danny Hilman dan Dr.Andang Bachtiar ini melakukan beberapa survey metode geofisika (geolistrik dan georadar) untuk mengetahui kondisi bawah permukaan Gunung Padang, kemudian mereka juga melakukan pemboran untuk melihat langsung batuan yang ada dibawah situs ini.

935665_10201249443537041_1033720627_n

Batu beku andesit (berasal dari kekar kolom) yang disisipi material berkomposisi besi, silika, dan mineral lempung. Interpretasinya ini merupakan semen perekat bangunan Gunung Padang

Singkat cerita, hasil penelitian Tim Mandiri Terpadu tersebut menemukan bahwa dimungkinkan adanya bangunan lagi dibawah gunung padang ini. Dari hasil carbon dating di beberapa titik sample sumur pemboran, didapatkan umur bangunan tersebut adalah 13.000 SM (ini dari sample di kedalaman 7-15 meter), yang artinya bangunan tersebut lebih tua dari piramida giza di mesir (2.650 SM) atau bahkan situs machu pichu di Peru (1.440 SM)!

Hasil penelitian tersebut sontak membuat beberapa pihak menyangsikan kebenarannya, beberapa orang berpendapat bahwa gunung padang adalah bentukan alam biasa, batu-batu yang berserakan tersebut merupakan kekar kolom yang terbentuk secara alami.

“yang bilang batuan disini sintetik siapa? Ya batuannya memang asli dan alami! akan tetapi posisi dan tata letaknya yang sudah tidak alami lagi”. gurau pak Andang di acara diskusi Gunung Padang yang diadakan FGMI beberapa waktu lalu.

Melihat data-data yang ditampilkan para peneliti, kemudian meninjau langsung ke lapangan, secara pribadi saya setuju bahwa susunan dan tata letak bebatuan di gunung padang bukan sesuatu yang alamiah. Adapun data geofisika dan data pemboran yang ditampilkan juga bisa diterima oleh logika berpikir saya, sehingga temuan tersebut selayaknya ditindaklanjuti agar misteri gunung padang segera terungkap. Petisi-34 yang melarang diadakannya penelitian di gunung padang menurut saya pribadi kurang begitu bijak, karena membatasi usaha orang untuk meneliti tentang kebenaran. Bersyukur Presiden SBY telah mengeluarkan instruksi agar Tim Mandiri Terpadu melanjutkan penelitian mereka, karena penelitian tersebut merupakan hal yang bermanfaat bagi Indonesia, atau bahkan dunia.

SAM_0573

Landscape keindahan bangunan Gunung Padang

941196_10201135221213204_226078862_n

Bukan main indahnya🙂

936152_10201249446897125_1498094713_n

Para peserta Fieldtrip Gunung Padang yang diselenggarakan Forum Geosaintis Muda Indonesia

“Kebenaran ilmiah itu adalah kesepakatan bersama. Bumi itu bulat, lalu matahari itu adalah pusat tata surya, itulah kebenaran yang  disepakati mayoritas manusia dibumi. Akan tetapi pada awal teori ini muncul, Copernicus sebagai penggagas tentu saja dianggap gila oleh orang-orang di masa itu.”

“Kita sepakat bahwa minyak dan gas terbentuk dari jasad renik organik hewan atau tumbuhan di masa lampau. Teori anorganik tentang pembentukan minyakbumi tentu masih dianggap salah oleh mayoritas manusia di bumi ini.”

“Bahwa sebaik-baiknya kebenaran ilmiah itu adalah kebenaran yang mampu memberikan banyak kebermanfaatan untuk masyarakat luas.”

salam,

yang sedang belajar Geologi

6 Responses to Menjejakkan Kaki di Gunung Padang

  1. cipacipoy says:

    waa, senangny sudah kesana, googling bagaimana fieldtrip ksna, muncul blog mas ini. Pertama kali tau gunung padang, ketika baca artikel NGI, disitu langsung mikir, para “arsitek”nya yg membangun Gunung Padang di masa lampau sdh melakukan perencanaan serta perhitungan yg matang, sampai2 bangunanny bisa bertahan lama.

    • yovina says:

      syifaaa, kangeeen.
      *numpang ngobrol ya vel

      • cipacipoy says:

        Ya Allah Mba yoviiin, miss u so much! Berkali2 nelpon inun nanya tntg km slalu dibilang *gw jarang ktemu*..semua contact hp mu dihubungi udh gak aktif, skrg km dimana Mba?
        *mas yang punya blog maaf yaaa, jd rada out of context, lama gak ketemu soalnya :(*

  2. reza aprilda says:

    wahhh,,foto aku nimbrung jg disini ya vel,,hihihii

  3. yovina says:

    aveeel, how are you?
    btw, gunung padang itu di padang apa bukan? ini pertanyaan serius loh vel.
    oh iya kmrn mela bilang ketemu sama kamu, wah,,, kapan ya bisa ngumpul lagi sama saudara2ku ini semua, kangen sekali.

    • aveliansyah says:

      haloo semuanya,, silahkan reunian di lapak saya, haha
      iya yovin, kemarin nanya-nanya kabar yovin ke mela, sekalian titip salam kalo ketemu. alumni IKAT WP wajib ngumpul nih hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: