Intan Puspita Widodo

…. Nama saya intan kak, saya dari Bengkulu…

Kalimat tersebut sontak mengejutkan ku, karena sudah 2 tahun lebih aku hidup di semarang, tapi belum sekalipun aku bertemu dengan orang Bengkulu secara kebetulan seperti ini. Hanya bisa dihitung dengan jari mahasiswa asal Bengkulu yang kuliah di Universitas Diponegoro ini.

…Oh ya?? Kamu SMA berapa? Aku juga dari Bengkulu

…Oh gitu kak? Waaah.. aku SMA 5 kak

…Wah, tetanggan dong.. aku dari SMA 2,, CYBER SCHOOL Bengkulu, ucapku sombong

…Rrrrrhh, biasa aja kali kak, sekarang kan SMA 5 lebih unggul dari SMA 2 

…Hahaha oke, nanti kita lanjutkan obrolannya setelah asistensinya selesai ya.

Perkenalan dari intan tersebut, menutup sesi perkenalan pada siang hari itu. Walaupun cuaca diluar cukup terik, akan tetapi halaman kost-kostan ku yang rindang cukup menyejukkan kami yang saat itu sedang duduk melingkar di teras rumah.

Aku tidak ingat kapan tepatnya, sepertinya masih awal-awal tahun 2009, Itulah kali pertama aku bertemu dengan intan, bertepatan dengan hari pertamaku menjadi asisten dosen mata kuliah geologi lingkungan di jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi).

Intan adalah sosok gadis yang terlihat selalu ceria dan bersemangat, dan dari gaya bicaranya, aku bisa menebak bahwa anak ini juga cerdas. Yang membedakaan kelompok praktikum intan dengan kelompok yang lain adalah, mereka paling antusias untuk belajar geologi, hanya kelompok mereka saja yang meminta aku untuk menemani mereka ke lapangan, karena mereka ingin melihat secara langsung apa itu batupasir, batu lempung, konglomerat, breksi, dan indikasi keberadaan patahan. Pada akhirnya, aku memberikan nilai yang bagus kepada kelompok Intan cs.

IKMBS story (September 2010)

…Bang, aku punya banyak temen anak-anak Bengkulu yang kuliah disini lho, kenapa gak kita kumpulkan aja mereka, terus kita hidupkan lagi deh IKMBS yang abang bilang sudah mati itu..

…Yang bener tan?! Oke, kebetulan abang juga diamanahkan sama ketua IKMBS yang terakhir untuk melanjutkan organisasi ini supaya tidak mati, kalo gitu intan bantuin abang ngumpulin anak-anak ya!

…Siiaaap bang!!

IKMBS ini merupakan akronim dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Bengkulu di Semarang, kali terakhir kami berkumpul adalah 2 tahun lalu, dan itupun hanya segelintir orang saja yang hadir. Ketua IKMBS saat itu, Bang Heru namanya, menceritakan bahwa sulit sekali untuk mengumpulkan anak-anak Bengkulu untuk saling silaturahim dan berkegiatan bersama. Bang Heru menitipkan IKMBS ini kepadaku dan hiki (mahasiswa teknik sipil 2006), agar suatu saat bisa dihidupkan kembali.

Barulah 2 tahun kemudian, niat untuk menghidupkan kembali IKMBS akhirnya dimulai, tidak lain dan tidak bukan karena intan lah yang memantik kembali semangat yang telah hilang tersebut.

Bulan ramadhan, 2010, bertempat di salah satu café di depan Polines (aku lupa namanya), berkumpul-lah belasan mahasiswa Bengkulu untuk berbuka bersama, inilah awal dari kebangkitan IKMBS.

…Bang, kenalkan ini Asa anak arsitek, kalo ini arbi anak sipil..

…Oh ya, makasih banyak udah menyempatkan waktu untuk ngumpul bareng disini..

Tidak disangka, malam itu sekitar 20 orang hadir di acara buka puasa bersama IKMBS, dan 75% yang hadir adalah teman-teman intan. Keceriaan melingkupi meja panjang yang sudah kami pesan, bahasa Bengkulu pun akhirnya bergema di ruangan café yang tidak terlalu besar itu, perkenalan dan obrolan ringan menjadi pembuka acara tersebut, dan tentunya perang antara SMA 2 Cyber School dengan SMA 5 Bengkulu (yang kebetulan alumni kedua SMA ini mendominasi peserta yang hadir) tetap berlanjut, hehe..

Dan dari sana aku akhirnya mengenal Asa, soulmate-nya intan, sepertinya mereka berdua tidak bisa terpisahkan. Mereka tinggal satu kost-kostan waktu itu, dan Intan tidak akan datang rapat IKMBS jika tidak dengan Asa, begitupun sebaliknya.

Beberapa bulan kemudian, IKMBS akhirnya resmi dibentuk kembali dengan kepengurusan yang baru, dan tongkat kepemimpinan aku serahkan ke Aar, yang Alhamdulillah mampu membawa IKMBS kearah yang lebih baik.

Oleh-Oleh (Oktober 2011)

…Abaaang, mau ke jepang ya???

…Iya tan, mau oleh-oleh apaan?

…Aku mau dibuatkan cerita perjalanan abang selama di Jepang, biar aku terinspirasi untuk pergi kesana juga suatu saat nanti!!

…Cuma cerita doank?? Baguslah, oleh-oleh kamu gak terlalu ngerepotin hahaha

…Iyaaa cerita aja, JANJI ya bang!

…Iya, janji..

Pada waktu itu, aku mendapatkan kesempatan untuk presentasi di Kyoto University, Jepang. Entah mendapat kabar darimana, intan tahu bahwa aku akan ke Jepang, dan dia minta oleh-oleh yang menurutku sangat tidak merepotkan, hehe.. Pada waktu itu, aku sudah lulus dan tinggal di jakarta, jadi akan sulit memang jika intan nitip oleh-oleh barang, lalu aku harus mengirimkannya lagi ke semarang.

Sepulang dari Jepang, aku langsung memenuhi janjiku ke intan, aku tuliskan pengalamanku selama di jepang di blog ini, dan dia cukup senang mendapatkan oleh-oleh yang tidak seberapa itu.

Her Last Mention (Desember 2012)

Berawal dari obrolan via twitter antara aku, sonya, dan intan, aku mendapatkan kabar bahwa kedua praktikanku tersebut sudah lulus, dan akan diwisuda pada Januari 2013. Aku mengucapkan selamat kepada mereka berdua, dan aku turut berbahagia mendengar kabar tersebut.

She has Gone (Januari 2013)

…Vel, kamu kenal intan kan?

…kenal dong li, kenapa emang?

…avel udah tau kalo intan sakit?

…sakit apa li??

…Dia udah beberapa hari ini koma dan dirawat di rumah sakit semarang, uly juga gak tau sakit apa

BBM uly barusan mengejutkanku, aku ingat beberapa hari yang lalu aku masih berbalas mention dengan intan dan sonya di twitter, tidak terlihat kalau intan sedang dalam keadaan sakit. Sampai pada akhirnya, aku sadar bahwa itu adalah mention terakhir yang intan kirimkan untukku.

Senin, 28 Januari 2013, pukul 08.00 WIB  aku mendapatkan BBM dari uly

“Innalillahi wainailaihi rojiun, vel intan akhirnya dipanggil oleh Allah, mohon doa-nya untuk intan”

Aku sedih, pikiranku melayang jauh dan mengantarkanku kepada kenangan saat mengenal gadis itu. Tidak banyak memang interaksi diantara aku dan intan, cerita diatas sudah menggambarkan semua momen yang pernah aku lewati bersama intan, mahasiswi asal Bengkulu yang selalu perang mulut denganku soal kehebatan SMA 5 dibandingkan SMA 2, yang sudah berjasa banyak atas bangkitnya IKMBS, dan seorang teman yang menyenangkan.

People come, and people go, but in the end, that’s life. Sometimes simple circumstance can take our best friend that we have loved with all of our hearts, and in another time they can also vanish from our lives, and never to be seen again. That’s sad. But that’s life.

_ID_DianMaria-Dee-Planner_FR_

Selamat jalan, Intan Puspita Widodo,

6 Responses to Intan Puspita Widodo

  1. risma says:

    berembun mata ngebacanya… al mulk ayat 2, vel… dan smga amal ibadah intan diterima, mdapat tmpat terbaik di sisi-Nya… amin…

  2. satria says:

    Walaupun saya tidak mengenal kak Intan, namun dari banyaknya kesedihan yang saya temui di blog, twitter, dan facebook, saya berani bilang bahwa kak Intan benar-benar gadis berhati baik yang dirindukan banyak orang.

    Selamat jalan, kak Intan …

  3. susi seles says:

    sedih bacanya..walaupun ga tau,, ttp doa buuat mba intan semoga amal ibadahnya diterima.aamiin

  4. semoga beliau mendapat tempat yang baik di sisiNya…

  5. asa says:

    “….but in the end, that’s life”
    thank you for reminding me bang avel.
    she’s the best ever….
    :’)

  6. […] sadar, Zie mengetik nama lengkap cewek itu di mesin pencari. Dan si Mbah google menempatkan blog i n i di urutan ketiga, setelah akun facebook dan twitter gadis […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: