Selamat Ulang Tahun IAGI

Tidak semua imaji mampu tertuang baik dalam bentuk tulisan, beruntunglah mereka yang memiliki kemampuan untuk itu.

Setelah belajar menulis cerpen 2 episode, gw menyadari kalo cerpen yang gw tulis itu membosankan, dan gw gak ada bakat di bidang itu (apalagi cerpen yang jalan ceritanya terlalu serius). Untuk itu gw memutuskan untuk menghentikan mission (im)possible gw dalam menulis cerpen yang asik, dan sekarang gw akan melanjutkan cerita pengalaman-pengalaman gw yang masih, sedang, dan akan terus belajar geologi.

Jumat, 13 April 2012

Siang itu, Jakarta begitu terik disengat matahari, sajadah yang seharusnya menjadi alas kepala ketika sujud menghamba kepada Allah SWT, kali ini berganti fungsi menjadi atap pelindung kepala buat aku yang sedang berjalan menuju kamar kost setelah menunaikan kewajiban sholat jumat di masjid Al Maimun. Ooh panas terik matahari siang ini telah menguapkan niatku untuk berangkat ke bandung, akan lebih asyik rasanya jika siang yang panas ini aku ngadem dikamar sambil menikmati ice cream yang aku beli di perjalanan pulang ke kostan tadi.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB, handphone ku menerima 2 pesan dari Imat dan Arul yang menyampaikan kabar bahwa mereka sudah bersiap berangkat dari bekasi, huuuft.. jika bukan karena janji, amanah, dan tanggung jawab yang sudah disanggupi, mungkin aku akan tidur saja siang ini. Dalam sekejap, aku sudah siap untuk berangkat menuju terminal lebak bulus, dan tepat pukul 15.00 WIB bus primajasa membawaku melaju melintasi jalan raya menuju bandung.

Pukul 17.45 WIB aku masih terjebak macet di pintu keluar tol, aku galau karena sebentar lagi akan masuk waktu magrib, dan tidak ada tanda-tanda bus ini akan tiba di terminal luwipanjang sebelum adzan magrib berkumandang, aku tidak ada pilihan lain untuk menjalankan kewajiban asharku di mobil itu, semoga Tuhanku memakluminya dan malaikat tidak menambah catatan dosa-dosaku yang bagaikan butiran pasir di pantai ini.

Pukul 18.15 WIB aku tiba di terminal luwipanjang yang disambut senyum ikhlas dari imat dan arul yang sudah menungguku lebih dari 1 jam di terminal itu, lalu segera kami memanggil taksi untuk mengantarkan kami ke Badan Geologi. Pukul 18.45 WIB kami tiba di Badan Geologi, merapihkan diri (tanpa mandi), dan segera memenuhi kewajiban kami di Masjid Badan Geologi. Setelah kewajiban dipenuhi, barulah kami dengan tenang masuk ke Gedung Badan Geologi.

Terlihat sosok Begawan-begawan geologi sedang berdiskusi asyik di ruangan yang sangat luas itu, tampak Prof. Koesoemadinata, Prof.Soejono, Prof. Sukendar Asikin, Mang Okim, dan lain-lain. Syawal dan Mas Diki memanggil kami, ternyata mereka telah lama tiba disini, sehingga sekarang lengkaplah sudah tim formatur Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI)* yang memang pada hari ini hanya diwakilkan oleh kami saja, karena 3 orang lainnya sedang diluar pulau Jawa, sehingga berhalangan untuk hadir.

Ketua IAGI, Pakdhe Rovicky menyampaikan pemaparan visi, misi, serta program kerja yang akan ia jalankan selama 2 tahun kedepan. Pakdhe Rovicky menyampaikan bahwa selama ini Ahli Geologi lebih banyak mengambil peran dalam bidang ekstraksi sumberdaya alam, akan tetapi tidak banyak ahli geologi yang concern ke masalah mitigasi, apalagi konservasi. Untuk itu, dalam 2 tahun kedepan, IAGI akan memfokuskan diri dalam kegiatan ekstraksi-mitigasi-konservasi. Dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut, tentunya IAGI membutuhkan kader-kader yang kuat dan memiliki loyalitas tinggi, sehingga program regenerasi IAGI harus disiapkan sedari sekarang. Selama ini para pemuda kurang mampu untuk berkontribusi di IAGI, kebanyakan dari mereka setelah lulus kuliah lalu sibuk bekerja dan meninggalkan aktivitas organisasi mereka, sehingga IAGI harus menciptakan wadah para geosaintis muda agar bisa berkontribusi untuk IAGI pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Maka dibentuklah Forum Geosaintis Muda yang digawangi oleh 8 orang tim formatur yang ditunjuk langsung oleh ketua IAGI.

Setelah speech yang sangat menarik dari Pakdhe Rovicky tersebut, mas diki yang memang kami daulat untuk menyampaikan presentasi tentang FGMI maju ke depan forum dan memulai presentasinya dengan sangat baik, ia melakukannya dengan santai, tidak kaku, tapi tetap sopan. Seraya menampilkan foto kami (tim formatur) pada waktu kami rapat perdana di solaria, mas diki berulang kali menekankan bahwa niat kami berkumpul pada waktu itu murni untuk membahas pembentukan FGMI, tidak ada niat kami untuk membentuk boyband yang selama ini dicurigai banyak orang (walaupun kami merasa cukup pantas untuk itu).🙂

Acara puncak-pun ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh ketua IAGI yang didampingi oleh para sesepuh dan pengurus pusat IAGI, setelah itu acara dilanjutkan dengan makan bersama seraya dihibur oleh beberapa penampilan apik dari senior-senior IAGI yang menunjukkan kebolehannya dalam bidang tarik suara dan alat musik.

Waktu sudah semakin larut malam, dan acara akan segera ditutup, akan tetapi Pak Ipul yang pada saat itu menggantikan Sang None Jakarte (Mbak Puteri) menjadi MC hiburan, memaksa agar geosaintis muda mengirimkan wakilnya untuk kembali menyumbangkan lagu (walaupun sebelumnya musisi ragae kami Arul sudah menyumbangkan lagu Im yours di awal acara), dan aku-lah yang menjadi korbannya.

Aku bingung untuk menyanyikan lagu apa, sepintas lagu the beatles cukup cocok untuk dinyanyikan didepan para sesepuh ini, akan tetapi aku tidak begitu hapal liriknya. Setelah cukup lama memilih lagu, akhirnya lagu super galau-nya Adelle yang aku pilih, aku pikir lagu ini cukup mampu untuk mewakili perasaanku dan kawan-kawan galau-ku pada malam itu, Someone like you. :)

Sebuah lagu yang berasal dari hati, diterjemahkan melalui lirik lagu, dan disampaikan melalui iringan musik dan nada-nada yang indah, merupakan paduan sempurna dalam menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya, hanya suara falls aku saja yang sedikit banyak telah merusak nuansa sedih yang diciptakan lagu tersebut. Terlihat beberapa rekan geosaintis muda yang memejamkan mata sambil ikut menyanyikan lagu tersebut, aku yakin mereka sedang mengenang masa-masa pahit getir perjuangan cinta mereka yang selalu kandas. Ya, seperti pepatah yang sering kami dengar, bahwa “geologist itu mudah sukses dalam berkarir, tapi sering gagal dalam bercinta”, sehingga banyak dari mereka mencoba untuk menghibur diri dengan menciptakan semboyan lain yang aku yakin semboyan itu tercipta sebagai bentuk frustasi para geologist tersayat tersebut, yaitu “mertua bijak pilih menantu geologist”🙂

Lagu yang aku bawakan menjadi lagu penutup acara tersebut, dan kami melanjutkannya dengan berfoto bersama, tampak mereka yang masih terhanyut dalam kesedihan lirik lagu Adelle tersebut menggenggam tissue yang terlihat lembab, termasuk aku.🙂

Pakdhe Rovicky sedang memotong nasi tumpeng

————————————————————————————————————————————–

FYI : Dua paragraf terakhir hanya bumbu-bumbu cerita saja yang sengaja gw tambahkan agar terasa lebih sedap untuk disantap🙂

*Ulasan khusus tentang FGMI ini akan sangat panjang jika gw tuliskan disini, insyAllah akan dibahas khusus di tulisan berikutnya.

Salam

Yang sedang belajar geologi

3 Responses to Selamat Ulang Tahun IAGI

  1. DS says:

    sayang sekali aku harus pulang duluan, jadi penasaran ingin lihat arul sama avel nyanyi…tolong dibantu ya..tolong dibantu ya :

  2. demimaki says:

    Kami mahasiswa geologi papua butuh dukungan dari IAGI untuk pembentukan Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia di kawasn timur indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: