Sea Survival

Saya yakin kalian semua sudah pernah nonton film Titanic, film tragedi romantis yang banyak sekali mendapatkan penghargaan dunia perfilman, akting menawan yang didukung paras rupawan dari Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet mampu menyihir para penikmat film. Menurut saya, momen paling keren di film itu adalah ketika kapal titanic sudah hampir tenggelam, air sudah menggenangi kapal, akan tetapi para pemusiknya tetap setia memainkan musik kematian, itu sedih banget!

Apa yang akan kita lakukan jika hal tersebut terjadi pada kita? berapa lama kita dapat bertahan hidup di lautan lepas?

Saya yakin jika Leonardo Di Caprio (di film itu) belajar tentang sea survival, maka dia masih akan terus hidup sampai saat ini, atas dasar pengalaman itulah maka dua hari yang lalu saya mengikuti sea survival training di JOTC depok. Kisah romantis itu ada jika sepasang kekasih bisa hidup bersama sampai akhir hayat mereka, jika hal tersebut terjadi pada saya, maka saya tidak ingin meninggalkan kekasih saya hidup sendirian sedangkan saya harus mati, kami harus hidup bersama.🙂

Alasan lain saya mengikuti training tersebut agar saya bisa mendapatkan izin untuk rig visit ke laut. Buat saya, geologist yang bekerja di offshore itu terlihat 3 kali lebih keren dibandingkan dengan mereka yang kerja di onshore. Saya sendiri sebenarnya bekerja di onshore, lebih tepatnya di cubical kecil di kantor, jauh dari batu dan jauh dari lumpur, tapi tidak asyik rasanya jika saya berlama-lama di kantor, saya pun ingin merasakan tiupan angin laut, bukan angin buatan (Air Conditioner). Iklan deterjen Rinso mengatakan bahwa untuk belajar itu kita harus berani kotor, maka dari itu saya harus bisa ke laut, tidak masalah meski harus bermandikan air laut dan lumpur pemboran, yang penting saya bisa mengekstraksi ilmu geologi yang tidak terbatas disana.

Training ini sendiri dilakukan dalam waktu satu hari, dari pukul 7.30 sampai 17.00 WIB, yang dibagi menjadi 3 sesi, yaitu materi, praktik, dan ujian tertulis. Sesi pertama dimulai dengan kuliah tentang sea survival, berbagai teori bertahan hidup dilaut diceritakan disana, dan saya sangat antusias mendengarkannya. Sesi kedua adalah sesi yang paling seru, yaitu saya beserta peserta yang lain melakukan praktik langsung di laut mini (alias kolam renang sedalam 4 meter).

Setelah pemanasan selesai dilakukan, maka kami membasahi diri kami dengan air terlebih dahulu, lalu bersiap-siap di pinggir kolam renang yang tampak mengerikan itu (mengerikan utk orang yg gak bisa renang seperti saya).

1. tips melompat ke laut

ada satu kondisi dimana kita harus menyelamatkan diri dari kapal yang akan tenggelam, yaitu dengan cara melompat ke laut. Jika tidak melompat dengan cara yang benar, maka akan menyebabkan cedera berat. Tips amannya adalah, tangan kiri menutup hidung dengan menjepitkan jempol tangan kita ke lubang sehingga hidung kita aman, lalu tangan kanan memeluk pelampung (life jacket) agar tidak lepas saat kita melompat, dan kaki disilangkan agar melindungi selangkangan (dan masa depan) kita.

2. tips menghangatkan tubuh

tubuh kita mengeluarkan panas pada lipatan-lipatan seperti lengan, ketiak, leher, selangkangan, dan lutut. Lipatan inilah yang harus kita tekuk agar panas tubuh tidak cepat hilang. Jika kita berkelompok, maka sangat dianjurkan untuk saling memeluk satu sama lain, karena itu bisa menghangatkan dan mengangkat moral, selain itu juga bisa membentuk formasi yang bisa diamati dengan jelas dari udara.

Ada banyak lagi tips yang diberikan, tapi tidak semuanya bisa saya tuliskan disini, karena tulisan saja tidak cukup memberikan gambaran yang jelas, dan saya juga capek nulisnya🙂

Mejeng dulu pake seragam training (mirip montir bengkel mobil Esemka)

salam

yang sedang belajar renang *eh geologi maksudnya🙂

3 Responses to Sea Survival

  1. sangprofesor says:

    belum sempat baca sepenuhnya, Vel. pun pada tulisan2 yang lainnya.

    hanya saja, preambul tulisan ini secara tidak langsung mengingatkan saya, pada sekelumit fiqhul hadits yang saya baca pagi tadi, diantaranya “Kullu nafsin dzaa iqatul maut…”

    tak tahu kapan, tak tahu d letak dunia yang mana,
    semoga saja khusnul khatimah di jlan-Nya….

    dan, apa kabarmu, teman? semoga Allah senantiasa jaga di jalan-Nya. Amin

    *silaturrahim ni, Vel🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: