Cost Recovery atau Investment Recovery

Dua istilah tersebut yang saat ini sedang hangat dibicarakan di kalangan pelaku industri migas.seperti yang kita ketahui bersama, istilah cost recovery ini adalah istilah yang menjelaskan tentang biaya yang harus diganti oleh pemerintah terhadap seluruh biaya produksi yang dikeluarkan oleh kontraktor kontrak kerja sama, biaya itu meliputi biaya pemboran, gaji karyawan, dan lain-lain. Ketidakjelasan biaya yang harus diganti oleh pemerintah inilah yang akhirnya menimbulkan banyak celah bagi KKKS yang nakal untuk bermain curang disana. Temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pada tahun 2008 menemukan penyimpangan dana cost recovery sebesar 2,3 miliar US dollar. Salah satu penyebab kebocoran ini karena adanya pasal-pasal dalam pengaturan cost recovery yang masih multitafsir. Atas dasar itulah, muncul PP nomor 79 tahun 2010 yang diharapkan memberikan kejelasan tentang cost recovery tersebut. Namun, alih-alih bisa memperbaiki iklim investasi, PP ini malah mengundang para pelaku migas (melalui Indonesian petroleum association) mengajukan judicial review atas PP tersebut, karena IPA menilai bahwa PP ini bisa berpotensi menurunkan investasi migas hingga 20%.

Publik tentu saja bertanya-tanya, kenapa nilai cost recovery yang dibayarkan pemerintah mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan produksi migas terus mengalami penurunan. Logika sederhana yang dipakai adalah, jika cost recovery meningkat, artinya nilai investasi meningkat, hal ini tentunya akan berbanding lurus dengan laju kenaikan produksi. Sehingga kecurigaan terhadap penggelembungan nilai cost recovery menjadi kambing hitamnya.

Sebenarnya, logika sederhana seperti yang dijelaskan diatas tidak serta merta bisa digunakan, karena didalam kegiatan industri migas tidak sesederhana itu, biaya operasional pada lapangan kecil dengan teknologi yang canggih tentu saja berbeda dengan operasional di lapangan besar dengan teknologi sederhana. Sampai saat ini chevron adalah pemegang nilai cost recovery terbesar di indonesia, disusul oleh pertamina EP.

Atas dasar keambiguitasnya itulah, maka menko perekonomian Hatta Radjasa mengeluarkan istilah baru, yaitu investment recovery, sehingga diharapkan paradigma berpikir bahwa cost recovery itu sebagai beban negara berubah menjadi investasi yang harus dibayarkan negara untuk peningkatan produksi migas nasional. Saya sendiri sepakat dengan pendapat wamen ESDM, Prof.Widjajono yang menganggap bahwa perbedaan cost recovery dengan investment recovery adalah masalah istilah saja sedangkan barang yang dibicarakan sama saja.

Isu tentang cost recovery ini hendaknya segera diselesaikan oleh pihak terkait, karena hal ini akan mengganggu iklim investasi migas di Indonesia. Saat ini, menurut Global Petroleum Survei 2011 (oleh fraser institute), Indonesia menduduki peringkat 114 dari 135 negera yang disurvei (1 tingkat di atas timor leste, dan terendah dari seluruh negara ASEAN). Iklim investasi harus segera diperbaiki, kebijakan pemerintah harus diperjelas tanpa adanya intervensi dari pihak yang ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini.

salam,
yang sedang belajar geologi

*sumber bacaan : majalah indopetro edisi november 2011

6 Responses to Cost Recovery atau Investment Recovery

  1. deva says:

    Kalau ada orang awam yg menanyakan knp cost setiap tahun meningkat tp produksi menurun? Sederhannya, sumur2 minyak makin tua produktifitasnya makin turun tapi maintenance makin tinggi. Ibarat orang tua, yg tadinya kuat lembur sampe malem, makin lama kerjanya makin pendek, dikit2 sakit, perlu ke dokterlah, kerokanlah, beli minyak anginlah, dll…. hehehe…

    Sayangnya para pejabat yg terhormat yg merancang PP 79 ini memakai pola pikir orang awam tersebut.

    Masalah KKKS yg nakal is another thing, tentu perlu ditertibkan, namun PP 79 bukanlah “obat” yg tepat namun justru racun yg pelan2 bisa mematikan iklim investasi negara ini.
    Sungguh sayang….

  2. aveliansyah says:

    ini pak menteri deva kah? hehe
    thanks for ur comment pak, very nice explanation, and good analogue I think🙂

  3. Prihatin Tri Setyobudi says:

    hahahaha…. kalo pengen nurunin cost recovery, yha sama artinya ” Demi negara siap ga gajimu turun ke standar hidup layak dengan fasilitas yang wajar saja piye vel?”

    • aveliansyah says:

      Lho, ini bukan berbicara tentang menurunkan cost recovery brur, ini tentang how government make a rule..
      Kalo industri migas pengen maju, pasti dicirikan dengan naiknya nilai cost recovery, tapi yg terjadi sekarang adalah cost recovery tinggi, tapi nilai produksi turun. Investasi juga mandek, karena peraturannya dinilai kurang menguntungkan buat investor. Jadi yg musti dibenerin itu regulasi dan aturan mainnya, bukan nilai cost recovernya.. hehe😀

  4. Prihatin Tri Setyobudi says:

    Komentar untuk tataran pengambil kebijakan:
    yha paling gampang adalah menyalahkan “rolenya” dan “siapa pembuatnya”… yg buat role bukan pemerintah dengan PPnya nya, DPR juga buat UU… tapi yha kalo ga KONSISTEN dan kalau ujung2nya bukan untuk kemakmuran rakyat INDONESIA, hanya masalah itung2an ekonomis, yha sama aja… ingat sekarang Neo-Liberalisme sudah merebak…

    Komentar tataran scientis:
    setiap role dibuat pasti ada konsekwensi dan tujuannya lah…. ibarat kata, itu pertanyaan diatas tadi pertanyaan yang menjadi salah satu konsekwensinya, begitupula sebagai investor pasti juga akan kena imbasnya.. simpelnya karena ternyata hasil dari kegiatan eksplorasi menjadi discovery dan diPOD dan diroduksikan tidak sebanding dengan penambahan cadangan, ataupun kegiatan EOR yang juga tidak menambah produksi signifikan… siapa yang salah?

    istilah “cost recovery naik berarti industri maju” untuk prinsip pada kondisi negara optimisme tinggi dan wajar… apakah kita masih optimis????? kalo tidak yha kita harus berani berpikir terbalik… kalo produksi turun yha cost recovery dipaksa turun… sayangnya bukan kalangan kita yg bisa melakukan itu (pesimis) … hehehehehe paradigma P90 P50 atau P10 pilih mana???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: