Transit di Bangkok (#Japan-eps.3)

Dulu saya pernah mati gaya ketika harus transit 4 jam di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dalam perjalanan Bengkulu-Jogjakarta, dan kemarin saya harus mengalami hal serupa, bahkan lebih lama, yaitu transit selama 8 jam! Eeeits,, tapi tunggu dulu, kalau transitnya di jakarta pasti bikin mati gaya, tapi kalau transitnya di Bangkok? wooow, pasti seruuu!😀

pukul 4.pm, pesawat Thai Airways mendaratkan tubuhnya di bandara Shuvarnabhumi, Bangkok-Thailand. Selama lebih kurang 4 jam saya menghabiskan waktu di dalam pesawat mewah tersebut, dan dilayani dengan sangat istimewa oleh para pramugari.

Suasana didalam Thai Airways

Hidangan utama, ada ayam, roti, udang, puding, dan apple juice

Bandara Shuvarnabhumi dari dari balik layar kaca

Tiba di Bangkok, lukisan itu merupakan wallpaper dari bandara cantik ini

Bandara terpanjang yang pernah saya datangi

Istirahat di hotel transit (masih di bandara)

Rengginang versi thailand, tentunya dengan packaging yang sangat menarik. Oops, hati-hati jangan sampai tertipu seperti saya. Box di depan itu adalah tester, dan boleh dimakan, tapi jangan asal makan aja, lebih aman jika kita bertanya dulu dengan pedagangnya. Setelah mencicipi semua box tersebut, baru saya sadari bahwa box yang paling kanan itu adalah “rengginang” yang ditaburi abon babi, *huuuuekks.. Informasi tersebut didapat setelah saya ingin membelinya, ketika itu pelayan bertanya “Are you Moeslem?”- “Yes”- “Oh, you can not eat it”  -“Why?”-“it is not halal, it have pig contain”- “**langsung muntah + berak-berak di tempat”-  DON’T TRY THIS AT HOME!

pedagang bunga

Inilah jalur menuju gate keberangkatan, dan saya harus berjalan sejauh 1 km hanya untuk mencapai gate B-2. Ceritanya begini, saya latihan presentasi di kamar hotel sampai pukul 10.15 pm, menyisakan waktu 45 menit untuk perjalanan menuju gate keberangkatan (menurut saya, 45 menit adalah waktu yang sangat cukup), setelah selesai latihan, saya keluar dari kamar hotel tepat 45 menit sebelum keberangkatan (tentunya dengan jalan santai, sambil sesekali menggoda pramugari-pramugari yang lewat). Kemudian saya menge-check nomor Gate keberangkatan saya melalui monitor ini (lihat gambar dibawah)

monitor untuk menge-check gate keberangkatan

Dari monitor tersebut diberitahukan bahwa gate keberangkatan saya adalah B-2, dan posisi saya sekarang ada di gate D-4. Waktu menunjukkan sisa waktu 30 menit sebelum keberangkatan, artinya saya harus bergegas mencari gate B-2. setelah bertanya di information centre, saya langsung menuju jalan yang ditunjukkan oleh petugas bandara, dan alangkah terkejutnya saya ketika mendapati papan penunjuk jalan disana, “Gate B : 900 m”. Saya panik bukan kepalang, dalam waktu 30 menit saya harus jalan lurus sejauh 900 meter!! dengan membawa 1 tas jinjing berukuran besaaaar dan beraat, 1 tas sandang ukuran sedang, dan 1 gulungan poster penelitian! saya tidak kuasa lari, hanya bisa berjalan cepat, dug dug dug… waktu yang tersisa tinggal 15 menit lagi, dan jarak yang harus ditempuh masih 300 meter lagi, sedangkan kaki dan tangan sudah pegal bukan kepalang, akan tetapi kekuatan terbesar manusia akan keluar ketika berada dalam keadaan terdesak, saya pun memaksakan diri untuk terus berjalan cepat. Jarak tempuh tinggal 100 meter lagi, dan waktu yang tersisa hanya 5 menit lagi, akhirnya saya mengeluarkan semua tenaga yang tersisa untuk berlariiiiiiiiiii…. dan akhirnya teeeeeeeeeeeeeet, waktu habis, dan saya tiba di Gate B-2 dengan kondisi yang mengenaskan.. Saya pikir pesawatnya sudah berangkat, ternyata delay 1 jam! Baru kali ini saya mensyukuri delay pesawat dengan sangat khidmad, *hampir saya sujud syukur. 

pesan moralnya adalah, jangan suka bermain-main dengan jadwal pesawat, datanglah lebih awal, menunggu sedikit lebih lama itu jauh lebih baik dibandingkan ketinggalan pesawat.

akhirnya saya berhasil duduk dengan tidak santai, karena pegalnya masih sangat terasa

pramugari: “do you want omelet, or bowl rice sir?” saya : (makan telor pasti gak bikin kenyang, saya butuh energi setelah tadi lari-lari di bandara, tapi.. bowl rice itu apaan yak?, aah yang jelas nasi! pasti bikin kenyang) “oke, bowl rice please”.. daan ternyata, bowl rice itu adalah bubur! dan sedikit lebih encer dibandingkan dengan bubur sukabumi yang ada di sebelah kantor saya.

Foto bersama temen sebangku saya, dia orang thailand, sangat baik dan ramah, sepanjang perjalanan kami bercerita dengan asyiknya.

9 Oktober 2011, pukul 7.am, saya tiba di Bandara Kansai Osaka. Bagaimana cerita selanjutnya? bersambung lagi ya😀

2 Responses to Transit di Bangkok (#Japan-eps.3)

  1. ibrahim 07 says:

    WAH… luar biasa The POWER Of KEPEPET y mas…

    SUBHANALLAH…

    gmn nii presentasinya? berjumpa muslim osaka kah???

    boleh dong minta foto” nya d Osaka, do’akan Insya Allah menyusul…

    • aveliansyah says:

      Alhamdulillah selalu ditolong oleh-Nya😀
      aku jumpa dengan banyak muslim di prayer room-nya bandara shuvarnabhumi bangkok, kalo di jepang aku gak ketemu masjid, besok aku lanjutin cerita di osakanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: