Pre-Departure (#Japan-eps.1)

7 September 2011, saya mendapat email dari panitia “International Conference on Sustainable Future for Human Security”, untuk mempresentasikan paper di Kyoto University, Jepang. Tersisa waktu 1 bulan untuk menyiapkan keberangkatan saya tersebut, dan yang menjadi masalah utama adalah dana. Setelah saya hitung-hitung, biaya yang dibutuhkan minimal 12 juta rupiah, tentu saja itu bukan jumlah yang sedikit untuk orang yang baru lulus kuliah seperti saya. Solusinya? saya harus mencari sponsor! mungkin hal ini akan menjadi lebih mudah jika anda berstatus sebagai mahasiswa atau dosen, sedangkan untuk seorang fresh graduated geologist yang tidak menyandang gelar dosen dan mahasiswa, mencari sponsor itu tidaklah mudah, apalagi saya memiliki sederet pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan begitu saja, sehingga dengan berbekal doa dan keyakinan, saya mencari sponsor hanya lewat Facebook, Twitter, Email, SMS, dan Telepon.

H-7 sebelum acara, ini lah hasil perjuangan saya :

1. kampus? tidak dapat respon

2. pemerintah kota bengkulu? tidak punya dana untuk itu

3. pemerintah kabupaten kepahiang? tidak ada kelanjutannya

4. dan masih banyak penolakan lainnya

Rasanya hampir mustahil saya bisa berangkat ke Jepang hanya dalam waktu 7 hari tersisa (4 hari kerja). Tapi, kalau ada yang bertanya “jadi ke jepang gak vel?” walaupun kemungkinannya hanya ada 0,01%, saya hanya bisa jawab “insyAllah, masih ada waktu 7 hari“.

kriiiiiiiing…” hape saya berbunyi, dan saya sedang di dalam kereta menuju purwokerto.

“hallo, dengan mas aveliansyah?” terdengar suara bapak-bapak dari telpon itu

“iya pak, benar, ini dengan siapa?” jawab saya

“saya Pak Wawan, dari IKA UNDIP, kami akan membantu saudara!”

Alhamdulillah, akhirnya ada jalan. Singkat cerita, dengan berbagai masalah yang ada, dan dibantu oleh orang-orang baik yang ada di sekitar saya, maka saya dipertemukan IKA UNDIP dengan Bapak Iwan (pengurus Komunitas Migas Indoensia), dan orangnya sangat baik dan ramah. Kebetulan sekali, Komunitas Migas Indonesia yang 4 hari lagi akan berulang tahun, berencana untuk memberikan award kepada orang-orang yang mereka anggap berprestasi, dan dari proposal dan curricullum vitae yang saya kirimkan ke mereka, alhamdulillah lagi, mereka memutuskan akan memberikan award itu kepada saya dalam bentuk tiket pulang-pergi Jakarta-Osaka.

Waktu yang tersisa hanya 4 hari lagi, tiket sudah tidak menjadi masalah, registrasi yang terlambat pun juga di maklumi oleh panitia, dan masalah lain muncul, dan ini sangat kritis, yaitu saya belum punya visa!

lalu, bagaimana cerita selanjutnya? apakah semuanya akan baik-baik saja? apakah visa tersebut berhasil saya dapatkan hanya dalam waktu 4 hari? Bersambung lagi aja yah, hehehe..

6 Responses to Pre-Departure (#Japan-eps.1)

  1. ibrahim 07 says:

    Barakallah mas avel dan Jazakallah khairan Katsira pd pak wawan atas supportnya…

    Ya Allah Mudahkanlah Kami berJihad dlm memBentangkan Sayap D’awah ini

  2. deshi says:

    wah ane juga alumni UNDIP gan.. agan angkatan brp gelogi nya?? pantesan td pertama liat poto di profil kok ky jaget nya geologi kampus ane ahahaha

  3. deshi says:

    ooww sama dong ya, temennya syawal, ando dong ya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: