Gerakan Geologi Mengajar

Mohon maaf sebelumnya kepada idola saya Bapak Anies Baswedan, program GIM (Gerakan Indonesia Mengajar) beliau telah saya pelesetkan menjadi GGM (Gerakan Geologi Mengajar).

dan buat temen2 yg udah terlanjur baca, saya mohon maaf, karena GGM sama sekali tidak ada hubungan ataupun kemiripan dengan GIM, ini hanya curahan hati saya yang baru saja selesai mengemban amanah menjadi “Pak Guru”

murid : Pak Guru, yang ini apa namanya

guru : mi do do re do do miiiiii…

begitulah cara Rhoma Irama dalam mengajarkan anak muridnya bermain piano, *untuk yg lahir tahun 1988 ke atas, pasti tidak asing dg lagu dangdut diatas.

Oke, kita lupakan kalimat gak penting di atas, mari kita mulai bercerita dengan serius,😀

Belajar-Mengajar

di dalam permainan sepakbola, kita mengenal teori bahwa “pertahanan yang paling baik adalah menyerang“, begitulah yang saya ingat ketika menonton film captain tsubasa, dan itu pula yang sering saya terapkan di layar hijau (main Play Station.red).

terinspirasi dari semboyan captain tsubasa diatas, maka gw yang sedang belajar Geologi ini, juga punya semboyan : belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan”.

menurut gw, tahapan pembelajar itu ada 4, yang pertama adalah membaca, yang kedua adalah menuliskannya, yang ketiga adalah mengajarkannya, yang keempat adalah berdiskusi aktif

dengan membaca kau akan tahu, dengan menuliskannya kau akan ingat, dengan mengajarkannya kau akan paham, dan dengan berdiskusi aktif kau akan mendapatkan sesuatu yang lebih

Ilmu itu berbeda dengan uang yang kalo dibagi-bagiin terus bisa habis, ilmu itu semakin dibagikan maka semakin tajam dan semakin banyak ilmu yang kita miliki.

Kisah Nabi Adam dan Manusia Purba

suatu ketika, dimana gw sedang memberikan materi tentang fossil, murid gw bertanya gini.

murid : “mas afgan, kalo fosil manusia tertua itu ditemukan berumur 400.000 tahun yang lalu, terus apakah itu Nabi Adam? apakah Nabi Adam itu manusia purba?

afgan : kalo menurut islam, Nabi Adam hidup pada 3.760 sebelum masehi, dan diriwayatkan bahwa Nabi Adam menurut islam memiliki tinggi 60 hasta (27  meter), berjalan tegak dengan kedua kakinya, menutup auratnya, dan berbahasa fasih, dan Nabi Adam bukan manusia purba. pernah denger hadist yang bunyinya lebih kurang gini :

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al Baqoroh: 30)

dari hadist diatas (mohon maaf gw lupa detilnya), kenapa malaikat sampai bertanya demikian? padahal Allah baru saja akan menciptakan manusia, kenapa malaikat bisa berfikir bahwa manusia tersebut akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah? jawabannya mungkin telah ada “manusia” lain sebelum Nabi Adam diciptakan, dan merekalah yang disebut “manusia purba”

Gw sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan “nyeleneh” kayak tadi, mereka akan sangat antusias jika ilmu geologi dikaitkan dengan agama ataupun dengan berbagai fenomena alam. Bagaimana gempa itu bisa terjadi, kenapa tidak bisa diramalkan, lalu pertanyaan tentang tsunami aceh dan jepang, bahkan tentang batu melayang yang ada di Arab. *khusus untuk batu melayang tersebut gw belum tau jawaban ilmiahnya, gw cuma bilang ke mereka tuh batu mau ikutan Nabi Muhammad ke langit, tapi tidak diijinkan, sehingga batu itu tidak jadi terbang dan mengambang di udara.

Geologi adalah Ilmu Dasar

kemarin ada pengunjung yang bertanya di blog yang sedang belajar Geologi ini. “kak, geologi itu lebih condong ke matematika/ kimia/ fisika/ atau biologi?

dan jawaban gw seperti ini

geologi itu sebenarnya ilmu dasar, sama seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi. sekarang ini sudah diadakan olimpiade geosicence tingkat SMA, dari mulai tingkatan provinsi, sampai internasional.
jadi, geologi itu condong ke pelajaran geologi :D
tentunya berhubungan dg bidang ilmu lain, seperti kimia (geokimia), fisika (geofisika), biologi (fosil)

Indonesia butuh geologist

Indonesia merupakan negara yang terletak diantar 3 lempeng, yaitu lempeng eurasia, indo-australia, dan pasipik. Begitulah ilmu dasar yang kita dapatkan di bangku sekolah, tapi apakah cukup sampai disana? apa dampak positif maupun negatif dari posisi tektonik Indonesia tersebut? bagaimana cara masyarakat Indonesia untuk bisa hidup aman dan nyaman di negara yang katanya merupakan bagian dari ring of fire ini?

Gw pikir, harusnya masyarakat musti lebih memahami kondisi tempat tinggal mereka tersebut, sehingga mereka pun bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, mereka butuh informasi geologi dengan bahasa yang mudah dicerna tentunya😀

—————————————————————————————————————————————-

Okelah, udah malem, gw baru aja nyampe nJakarta, saatnya istirahat. hari ini, 11 April 2011, gw udah memulai langkah baru dalam hidup gw, gw namakan sebagai Merantau Jilid II, dan saatnya untuk menuliskan mimpi-mimpi berikutnya yang hendak dicapai, gw udah semakin tua, semakin dekat dengan kematian, sedangkan kontribusi untuk keluarga dan masyarakat masih sangat minim, mari kita melangkah-berjalan-berlari menuju masa depan yg lebih baik.

A journey of a thousand miles begins with a single step.

Salam,

yang sedang belajar Geologi

One Response to Gerakan Geologi Mengajar

  1. angga "Rockman" jati widiatama says:

    dari ali bin abitholib, semua keranjang akan penuh dengan isi, namun hanya keranjang ilmu yang diisi kian minta diisi . . .
    😀 sering2 ngeshare pengalaman di blog mas hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: