Kehidupan dan Kompetisi

Hidup ini memang kompetisi. Ia berjalan dalam batas antara kehidupan dan kematian. Diantara 2 titik itu berlaku sebuah fungsi waktu, untuk menguji dan optimalisasi potensi, siapa diantara kita yang terbaik dalam karya.

“yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang terbaik amalnya. Dan Dia Maha Perksa lagi Maha Pengampun” (Al Mulk 2)

Alangkah baiknya ketika kita memiliki kompetitor. Kompetitior yang senantiasa memacu kita untuk bisa mengungguli dia, atau minimal tidak tertinggal jauh dengan dia.

Kisah manis kompetisi ini bisa kita lihat bagaimana besar ambisi Umar untuk mengungguli Abu Bakar dalam amal dan pengorbanan.

Seorang wanita tua menolak jaminan kebutuhan dari Umar dengan mengatakan “sudah ada yang menjamin kebutuhanku..” dalam pengintaian Umar di keesokan harinya, ia lihat sosok kurus Abu Bakar mengendap memikul karung berisi hajat hidup.


Dalam perang tabruk, seruan jihad harta disambut umar dengan segera. Saat Rasulullah bertanya berapa yang ia tinggalkan untuk keluarga, umar mengatakan dengan bangga, “sebanyak yang aku serahkan pada Allah dan RasulNya”.
Tapi betapa ia tercenung saat pertanyaan yang sama ditujukan pada rivalnya. Dengan gemilang Abu Bakar menjawab “cukuplah Allah dan RasulNya yang aku tinggalkan untuk keluargaku”

Umar menjadikan Abubakar sebagai kompetitor amalnya, dan kita harus tersenyum karena mereka telah menjadi contoh tentang urgensi sebuah kompetisi dalam amal dan pengorbanan, bahkan tentang perlunya iri hati.

“tidak ada iri hati kecuali dalam dua perkara. (yaitu) orang yang diberi harta oleh Allah lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar. Dan orang yang dikaruniai ilmu dan kebijaksanaan lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya.” (HR. Al Bukhari)

3 Responses to Kehidupan dan Kompetisi

  1. betul sangadh….

    kita juga saingan dong vel…
    wah, saingan berat niy…

  2. aveliansyah says:

    kata dosen ku :
    ” fastabiqul khoirot…maka berlombalah dlm kebaikan….dan bersegeralah menuju syurga yang seluas langit dan bumi yg disediakan bagi mereka yg bertaqwa….muttaqin adalh prestasi tertinggi bagi hamba Allah….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: