How to Identify Fracture by Using FMI log???

ehem,, akhirnya gw punya niat buat bikin tulisan yang nyambung ama judul blog gw…

–seharian ini kepala gw mumet ngeliat FMI log yang panjangnya bukan maen, mana gw lagi puasa lagi, jadi gak bisa ngopi buat ngilangin kantuk, gak bisa makan buat ngilangin lapar, gak bisa Facebook-an gara-gara FB lagi maintenence kayaknya.. untuk ngilangin rasa kantuk gw, gw nulis blog aja, “yang sedang belajar GEOLOGI” sekarang ini sangat intens ngintip fracture dari FMI log, dan mari kita belajar bersama..—

apaan sih FMI log??

merupakan akronim dari Fullbore formation MicroImager. teknologi dari schlumberger ini memang terkenal sangat mahal, hal ini sangat beralasan karena FMI dapat menangkap nilai resistivity mikro dari batuan yang dilakukan pada 4 atau lebih titik pengukuran dengan spasi 90 derajat secara bersamaan. Sangat rinci!! FMI terdiri dari 192 electrical sensors pada 8 pads (4 pads dan 4 flaps) dengan resolusi 0,2 inci/ 5 mm. dari nilai resistivity yang banyak tadi, kemudian di proses dan di image kan seolah-olah seperti gambar batuan di bawah permukaan (padahal image tersebut hanyalah kumpulan dari kurva resistivity)

nih contoh gambarnya :

trus fungsinya apa??

ada banyak sekali kegunaan dari FMI ini, yaitu untuk mengukur besar dan arah kemiringan batuan, mengetahui bidang diskontinuitas, menganalisis kehadiran batupasir, serpih dan batugamping, mengetahui struktur geologi bawah permukaan, mengetahui arah transportasi, mengetahui lingkungan pengendapan. dan pada tulisan kali ini, FMI akan saya gunakan untuk identifikasi keberadaan fracture, hal ini terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Basement Fracture Reservoir (https://aveliansyah.wordpress.com/2010/06/23/fracture-basement-reservoir/)

ada 2 tahap dalam melakukan studi fracture pada FMI, yaitu tahap identifikasi dan tahap analisis.

1. tahap identifikasi

pada tahapan ini, kita akan mengidentifikasi jenis dari fracture tersebut, yaitu :

Vertical Fracture = fracture yang disebabkan karena proses tektonik. fracture ini membelah bidang perlapisan batuan, akan bersifat konduktif (berwarna gelap) jika fracturenya terbuka (opened fractured), karena warna gelap menunjukkan nilai resistivitas yang sangat kecil, dengan kata lain nilai konduktivitas batuan sangat tinggi, dan akan bersifat resistiv (berwarna cerah) jika fracturenya telah terisi mineral. Vertical fracture memiliki orientasi arah.

Polygonal Fracture = yaitu fracture yang disebabkan oleh dewatering kimia/ mekanik dari karbonat ataupun tektonik. fracture ini tidak memiliki orientasi arah.

Mechanical Induce Fracture = yaitu fracture yang disebabkan karena proses pengeboran, tidak memiliki orientasi arah, dan hanya terjadi di bagian pinggir batuan saja. fracture jenis ini juga menunjukkan arah less principle direction.

setelah menentukan jenis fracture, maka langkah selanjutnya adalah menentukan morphology dari fracture tersebut, yaitu :

– open fracture = lebih konduktif dibandingkan dengan matriks batuan disekitarnya

– mineral filled fracture = less conductive dibandingakn dengan open fracture

– vuggy fracture = menunjukkan pembesaran nilai konduktivitas yang tidak beraturan di sepanjang bidang rekahan

2. Tahap Analisis

tahap analisis dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :

– hydraulic aperture

– porosity

– density

– length

– statistic

berhubung yang akan saya analisis adalah nilai porositas dari rekahan pada batuan dasar, maka berikut rumus-rumus perhitungan nilai porositas pada fracture :

porositas = width X length

for image analysis :

fracture porosity = width X trace length X 1/coverage

raw  fracture density = number of fracture/ foot along the borehole

corrected fracture density = number of fracture/ foot along  a line perpendicular to the fracture

trace length = length of fracture as seen on image

okay,,  udah dulu ah, gw mau lanjut ngitungin fracture dulu nih,, sampai berjumpa di tulisan berikutnya

salam

“Yang Sedang Belajar GEOLOGI”

8 Responses to How to Identify Fracture by Using FMI log???

  1. kawan mohon bantuannya donk…
    lagi cari referral nih…
    GABUNG di imcrew yuks,,,kamu juga dapet $10 Dollar lho klo gabung aja…
    klik aja link di bawah ini…
    http://www.imcrew.com/?r=58489
    maaf klo mengganggu…
    salam DASHYAT…

  2. Risma says:

    vel, tools kamu buat basement fractured hanya berdasar data dari sumur ya? berarti hanya menganalisa resolusi vertikal? awalnya tau disana ada fracture darimana ya vel?

    • aveliansyah says:

      risma : waaah,, klo ditanya data yang digunakan bisa melebar kemana2 nih,, hehe.. data yg dianalisis dalam studi basement fracture reservoir ada banyak bgt ma, semua studi terintegrasi satu sama lain,, tapi klo untuk aku pribadi nanti kayaknya mau pake data sumur, core, ama seismik aja, hehe… nggak pake FMI..😛

  3. Almira says:

    Mm… nice review Vel! ulas terus nanti tak baca terus yaa.. hehee

  4. Victor Purba says:

    Tulisan yang sangat bagus mas, kebetulan waktu saya tugas akhir menggunakan data2 FMI untuk menghitung permeabilitas rekahan dari formasi X. Saya sendiri kurang mengerti tentang prosedur FMI karena basic saya di Reservoir. Membaca tulisan di blog mas Aveliansyah, sangat informatif dan mudah di cerna.

    Recommended Blog😀

  5. boleh diperjelas lagi ttg cara perhitungan porosity fracture secara manual dari FMI log??

  6. tetangga cubical says:

    mantabbb velll,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: