Fractured Basement Reservoir

oil is found in the head of geologist!

Sampai sekarang pun, hampir semua (mahasiswa) geologi akan sepakat jika hidrokarbon itu ditemukan pada  batuan sedimen clastic (batupasir) dan carbonate (batugamping). Wajar saja, karena memang hanya pada batuan itulah minyakbumi dapat tersimpan baik di dalam rongga batuan dan mengalir dengan lancar melewati rongga antar butiran menuju tempat yang bertekanan lebih rendah.

geologists have a rocky career cap photo

oil is found in the head of geologist! Pemikiran geologist yang liar akan selalu menemukan ide-ide gila dalam mencari hidrokarbon. Sekarang hidrokarbon bisa ditemukan di batuan beku, pada basement! Hal ini sudah terbukti di cekungan sumatera selatan, dengan Conoco Phillips sebagai pawangnya! Akan tetapi jagoannya Indonesia (PERTAMINA EP) tidak mau kalah, setelah sukses dengan penemuan hidrokarbon di sumatera selatan, sekarang PERTAMINA mulai giat mencari hidrokarbon di batuan dasar pada lapangan2 tua mereka, yaitu di Jawa Barat bagian utara. Sekarang giliran lapangan2 lain yang memiliki kondisi geologi serupa, akan segera di kejar!

Fracture Basement Reservoir sebagai Play Concept baru

Bagaimana mungkin batuan dasar (yg pada umumnya batuan beku dan metamorf) bisa menyimpan minyak? Padahal tidak ada ruang disana? Mineral saling mengunci satu sama lain??

Petroleum system membahas mengenai 5 hal, yaitu reservoir, source rock, trap, seal, and migration. Lalu bagaimana bisa batuan beku menjadi reservoir sedangkan tidak ada rongga disana? Ternyata batuan beku bisa memiliki rongga yang baik untuk hidrokarbon mengalir disana, asalkan ada fracture!

Secara umum model geologi seperti ini banyak dijumpai pada area yang mengalami proses tektonik kompresional yang sangat kuat, dimana batuan akan terlipatkan dan terpatahkan. Terutama pada batuan yang bersifat rigid, seperti halnya pada batuan dasar (basement), maka proses tektonik tersebut akan mengakibatkan banyak retakan dan rekahan yang merupakan model reservoir yang potensial, khususnya pada model open fracture (rekahan terbuka).

Lalu bagaimana dengan source rock and migration?

Batuan sumber tetap berasal dari shale yang kaya akan organik, yang kemudian akan mengalirkan hidrokarbon yang sudah matang ke basement fracture tadi. Proses migrasi sendiri bisa terjadi secara vertical maupun horizontal dikarenakan adanya fault block system sehingga hidrokarbon akan bermigrasi melalui patahan dan mengisi rekahan (ataupun matriks) pada basement tersebut.

Oke, kemudian bagaimana dengan seal?? Jika memahami konsep migrasi pada basement fracture reservoir, maka dapat dibayangkan bahwa basement reservoir terdapat pada daerah tinggian dengan source rock-nya diendapkan pada daerah rendahan. Shale pada daerah tinggian, biasanya tidak menjadi cap rock yang baik, karena sedimen yang diendapkan masih relative lebih kasar dibandingkan dengan shale di daerah rendahan.

Basement fracture, bisa menyimpan minyak, ketika hidrokarbon yang terperangkap disana tidak lari kemana-mana (dikurung), untuk itu dibutuhkan “penutup” yang rapat agar hidrokarbon dapat terperangkap. Dibutuhkan regional unconformity berupa impermeable rock yang diendapkan diatas basement. Transgresive system yang mengendapkan banyak shale, bisa menjadi seal yang baik bagi basement fracture reservoir, dengan catatan sealing ini terjadi secara REGIONAL!

Yang jelas, dalam mengidentifikasi seal potential harus mencakup 3 aspek, yaitu seal capacity (jumlah hidrokarbon yang dapat ditampung oleh batuan –> dapat diketahui dengan mercury injection capillary pressure), seal geometry (posisi/ letaknya, ketebalannya, dan penyebarannya –> Dapat diketahui dari integrasi data seismic, core, well correlation, dan depositional analogue), dan  seal integrity (mekanika batuannya, yaitu ductility dan compressibility –> Dapat diketahui dari pengujian core, bore-hole imaging, dan petrographic study).

Eksplorasi harus diarahkan kepada pemahaman petroleum system yang lebih komprehensif dan lebih tajam, sehingga memungkinkan membuka peluang eksplorasi yang selama ini belum tersentuh yang kebanyakan berada di daerah Dalaman (low area) dan unconventional reservoirfractured basement adalah play concept baru yang tidak meninggalkan konsep terdahulu yang masih belum tergarap.

salam

Yang Sedang Belajar Geologi

Aveliansyah

15 Responses to Fractured Basement Reservoir

  1. thepuckals says:

    Mayan.,,.!
    siip lah.,
    maju terus vel,.
    hahahaha

  2. Syawal si cerpenist geologi says:

    Perlu diingat juga porositas tak slalu primer yang brmain kawan tapi bisa juga sekunder, sama halnya yang bermain di fluida pabum mskipun pabum dan oil brbeda fluida

    • aveliansyah says:

      yoi bro syiwil,,
      dan untuk fractured basement ini bisa terdapat 22nya, porositas primer pada matriks (untuk basement yg lapuk) dan porositas sekunder (yaitu fracture nya itu sendiri)

      • selain itu dilihat juga tekstur batuan beku yang bermain disana bro apakah tekstur terdebut benar2 mendukung dalam porositas primernya itu bisa dilihat dari pembentukan kristal2 yang bercampur aduk dengan masa masa dasarnyaa

  3. koreksi judul pel… mungkin lebih tepat kalo “fractured basement reservoir”… menurut info yang terpercaya, justru yang menjadi seal pada reservoir ini adalah batuan dasar yang terekahkan itu juga… yang ketebalannya sekitar 200-300an meter (kalo ga salah ya)… makanya pengeboran dengan target ini, basement dibor mencapai 500an meter… tapi fracture yang terbentuk itu terisi oleh minreal lempung mungkin akibat transgresi yang kamu sebut itu, atau mungkin pelapukan, atau mungkin karena alterasi fluida panas bumi(?).

    wis ngono wae sik…

    • aveliansyah says:

      oke oke, suwun pri, “fractured” hehe.. siiph

      the usual “cap rock” for basement accumulations is relatively tight sedimentary rock(landes et al, 1960)

      artinya seal dari sedimen pun tidak salah pri, hehe..
      aku pernah baca, memang ada 2 tipe seal, yang pertama yaitu sedimentary rock, yg kedua seperti yg ente sebut itu bos,, jadi akibat tekanan dan panas pada sedimen diatas basement, sehingga mineral kalsit terbentuk dan mengisi rekahan yang ada sekaligus menutup ruang gerak dari hidrokarbon tersebut.

      maturnuwun untuk masukanne mbah, hehe.. kalo ada materi bagus, ane bagi yak, hehe..

  4. kalo dibayangin… disaat rekahan terbuka dan terekspose di permukaan, maka terjadi pelapukan… dan jikalau ada proses transgresi… OK bener diatasnya terendapkan shale… tapi tentunya disaat itu pula bukankah fluida yang bercampur mineral lempung menginfasi ke dalam rekahan yang terbuka… so makanya ada bagian fractured basement yang ga jadi reservoir malah jadi seal.. sedangkan fractured basement dibawahnya yang jadi reservoir… makanya ada istilah zona terinfasi setebal 200-300m (?) yang jadi seal. tapi yang namanya seal ya yang penting kedap aja…

  5. aveliansyah says:

    “..fluida yang bercampur mineral lempung menginfasi ke dalam rekahan yang terbuka..”
    –dan ketika mineral plagioklas yang kontak dengan air laut saat terjadi transgresi, reaksi kimianya akan membentuk mineral kalsit (sumber : hasil diskusi, hehe) yang akan mengisi rekahan dan menjadi seal.–

    kalo gt bisa kita simpulkan bahwa ternyata seal pada fractured basement tidak hanya dari shale saja, akan tetapi juga dari basement itu sendiri (ketika sudah terisi mineral).

  6. wah… plagioklas + airlaut jadi kalsit ya..

    wah hebat oi…. Emang TAmu tentang reservoir ini pel?

    • aveliansyah says:

      hahaha.. belom berani nge-judge ah.. statement itu aku dapetin dari obrolan ringan dg ahli petrology, dan blm nemuin referensi “resmi”.. tapi yang jelas ketika batuan beku terisi oleh mineral kalsit, pasti ada pengaruh marine yang membuat kalsit tersebut muncul.

      TA ku masih belum jelas pri, ada kemungkinan juga tentang ini, sekrang sedang belajar dlu, hehe..

  7. […] ada banyak sekali kegunaan dari FMI ini, yaitu untuk mengukur besar dan arah kemiringan batuan, mengetahui bidang diskontinuitas, menganalisis kehadiran batupasir, serpih dan batugamping, mengetahui struktur geologi bawah permukaan, mengetahui arah transportasi, mengetahui lingkungan pengendapan. dan pada tulisan kali ini, FMI akan saya gunakan untuk identifikasi keberadaan fracture, hal ini terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Basement Fracture Reservoir (https://aveliansyah.wordpress.com/2010/06/23/fracture-basement-reservoir/) […]

  8. ryan says:

    aku pinjem bukumu…hukhukhukhukhuk

  9. soren says:

    klo batu volkanik sebagai reservoir gmna mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: