APLIKASI SUMUR RESAPAN, STUDI KASUS DI KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG, JAWA TENGAH

ABSTRAKSI

Aveliansyah dan Vanadia Martadiastuti
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Kecamatan Tembalang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah Semarang atas, yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air. Akan tetapi, laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat, mengakibatkan daerah Tembalang mengalami perubahan fungsi tata guna lahan. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, yang harus dilakukan adalah dengan menahan debit air berlebih yang turun ke wilayah Semarang bawah yaitu dengan pembuatan sumur-sumur resapan di daerah Semarang atas, yang dalam hal ini mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Tembalang. Dari perhitungan diatas didapatkan hasil bahwa volume air di Kecamatan Tembalang yang tidak dapat terserap kedalam tanah jika terjadi hujan sebesar 889 liter/detik. Untuk itu dibutuhkan 330 sumur resapan di Kecamatan Tembalang dengan diameter sumur 0,2 meter untuk akuifer 20 m untuk menggantikan debit air yang melimpas tadi.

Dalam menentukan lokasi sumur resapan harus mempertimbangkan aspek fisik geologi, karena tidak semua lokasi cocok untuk sumur resapan, contohnya adalah Perumahan Bukit Diponegoro. Pembuatan sumur resapan pada perumahan tersebut akan mengakibatkan longsor.

Kata kunci : Sumur Resapan, Kecamatan Tembalang, Perumahan Bukit Diponegoro

4 Responses to APLIKASI SUMUR RESAPAN, STUDI KASUS DI KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG, JAWA TENGAH

  1. sumur resapan juga dapat menurunkan muka tanah,,sehingga untuk 15-20 th ke depan banyak yg memprediksi semarang akan tenggelam..kenapa bisa demikian?harus dianalisa secara sistematis. dimulai dari konsep pengembangan wilayah 20-30 tahun yang lalu, konsep pengembangan wilayah sekarang dan konsep pengembangan wilayah kota ditahun mendatang ( studi kasus 10-20th mendatang). dari konsep pengembangan wilayah zaman dulu,,simpang 5 yang sekarang kita kenal sbg commercial area dulu adalah laut jawa, kemudian direklamasi sehingga daratan semakin lama semakin lebar,,karena jumlah penduduk yang semakin banyak, kebutuhan lahan yang tinggi,,kebutuhan sarana dan prasarana secara makro besar,sehingga peraturan ttg pengembangan wilayah sering disepelekan,,contoh : sumur resapan . itu pasti karena berhubungan dg kebutuhan air bersih permukiman, tetapi perlu diingat semakin banyak sumur resapan,,apalagi sejarah pengembangan wilayah semarang dahulunya,,sumur resapan ini akan mengurangi daya dukung tanah, terjadinya penurunan tanah yang cukup tinggi setiap tahunnya,,serta tidak diimbangi dengan landscaping area,,serta pemerkosaan terhadap bangunan publik yang digeser dengan comercial building,,semakin memperburuk besarnya impact yang akan dihasilkan dari sumur resapan. Sebenarnya gak masalah sumur resapan mau dibuat ditanah dimana aja asalkan faktor2 yang mendukung berdirinya sumur resapan itu diperhatikan, misalnya disiplin terhadap peraturan tata ruang kota, (klo dibahas lo pasti bingung coz panjang segaban ), ruang2 publik yg diperhatikan serta RTH setiap kota minimal 15-20 persen. Semakin tinggi RTH , maka kejadian seperti longsor, banjir, penurunan tanah dapat diminimalisir.

    • aveliansyah says:

      eh ada si kalong,, selamat datang di lapak gw loong, hehe…
      NICE COMMENT SISTA!!
      arigato gozaimaz..
      sumur resapan juga dapat menurunkan muka tanah,”
      siapa yg pernah bilang kayak gitu long?? nggak kali long.. semarang bisa ambles itu ada 3 alasannya, pertama penyedotan air tanah berlebihan, air tanah itu mengisi rongga-rongga batuan long, kalo dia disedot terus tidak sebanding dg suply air pengganti, maka rongga tersebut akan kosong, pori-pori batuan akan saling bergesekan, mengunci satu-sama lain, dan tergencet dia sama tekanan beban dari atas.
      sumur resapan sendiri fungsinya untuk mempercepat sirkulasi air tanah tersebut long, jadi gw bilang salah klo sumur resapan itu malah menyebabkan amblesan, tp sebaliknya, sumur resapan itu SOLUSI untuk amblesan🙂
      yang kedua semarang bisa ambles karena pembebanan yg sangat berlebih di kawasan pesisirnya, sehingga daya dukung tanah yang memang sudah rendah, tidak mampu menahan beban tersebut. yg ketiga karena secara geologi semrang bawah dulu itu merupakan rawa2 yang direklamasi (sesuai dg ap yg lu tulis diatas), jadi kecepatan resapan air hujan untuk tanah yg seperti itu membutuhkan waktu yg lama (daya resap tanahnya aja udah lama, apalagi kalo tanah tersebut udah ditutupin aspal dan gedung, ya mana bisa meresap air tanahnya, makanya banjir).

      ” Sebenarnya gak masalah sumur resapan mau dibuat ditanah dimana aja asalkan…”
      lu bener bgt long, asalkan sesuai dg faktor pendukung kan,, tapi yang lu lupa tulis disana itu adalah faktor geologi (klo dibahas lo pasti bingung coz panjang segaban ) hehe,, bales dendam gw 🙂
      full paper dari tulisan gw diatas menunjukkan animasi gambar alasan kenapa sumur resapan itu tidak boleh disembarang tempat, dan harus mempertimbangkan aspek geologi, kalu tidak bisa saja terjadi longsor🙂

      makasih banyak kak kalong buat masukannya, yg pastinya bisa menambah cakrawala baru ilmu pengetahuan, khususnya dari sudut pandang ilmu arsitek dan tata wilayah ya,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: