Indahnya Kampus Islami (Geo-Islami)

Umat muslim merupakan penduduk mayoritas yang ada di kampus teknik geologi. Sebagai penduduk yang mayoritas seharusnya dalam menjalani tatanan kehidupan kampus harus sesuai dengan cita-cita agamanya, yaitu suatu kehidupan yang islami. Namun fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang ini seakan-akan menganggap islam identik dengan kekerasan. Banyaknya tragedy kemanusiaan seperti peledakan bom, aksi terorisme yang mengatasnamakan sebagai umat islam semakin membuat stigma tersebut semakin kuat saja.

Sebagai generasi muda islam yang merindukan kejayaan islam, kita wajib untuk mengubah pandangan orang terhadap islam. Kita tunjukkan bahwa islam itu adalah Rahmatan lil ‘alamin, islam adalah keindahan, islam adalah kedamaian, islam adalah persaudaraan, islam adalah persatuan, islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Untuk mewujudkan hal itu yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa muslim adalah dengan menjadikan kampus tempat kita menuntut ilmu sebagai kampus islami yang kaya akan nilai-nilai islam.

Kampus Islami

buka bersama

Untuk mencari contoh-contoh universitas yang memberlakukan “kampus islami” ini bisa kita lihat seperti universitas-universitas muhamadiyah, atau universitas Al-Azhar misalnya, yang memang dari awal bertujuan mendirikan universitas islami, dimana mahasiswi-mahasiswi disana diwajibkan untuk memakai jilbab, berbeda dengan UNDIP dan universitas-universitas negeri lain yang memang sejak awal didirikan tidak dikhususkan untuk menjadi universitas keagamaan. Untuk itu kita perlu mencari contoh universitas negeri yang islami, dan universitas itu adalah Institute Pertanian Bogor (IPB).
Mencontoh Sedikit Dari IPB (Institute Pesantren Bogor)

Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu universitas negeri yang sangat kuat nuansa islami-nya dibandingkan dengan universitas-universitas negeri yang lain. Saking kuatnya pengaruh islam di IPB, banyak orang yang menjuluki IPB sebagai Institut Pesantren Bogor.

Para mahasiswi muslimnya bisa dikatakan hampir 90% memakai jilbab semua kecuali yang non-muslim, tetapi yang non-islam juga menyesuaikan diri dengan menggunakan busana yang sopan. Hebatnya lagi tidak ada kebijakan kampus yang mengharuskan mahasiswinya mengenakan jilbab.

Para mahasiswa IPB selalu bersalaman dan mengucapkan salam bila bertemu, hal itu semakin menambah keakraban diantara mereka. Rohis disana juga sangat aktif, bahkan tiap kelas memiliki Rohis masing-masing.
Hukum-hukum islam juga sudah mulai diterapkan disana seperti pemisahan tempat duduk antara laki-laki dan perempuan saat kuliah. Mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) juga dijadikan mata kuliah wajib. Hampir sama dengan kita, di IPB juga melakukan Mentoring sebagai asistensi mata kuliah PAI.

IPB tidak pernah kehabisan kegiatan yang berhubungan dengan dunia islam, selain mentoring masih banyak kegiatan-kegiatan kerohanian yang lain seperti mengadakan pengajian. Setiap kelas memiliki jadwal pengajian sendiri setiap minggunya dan biasanya dilakukan di pagi hari. Selain pengajian kelas, ada juga “Kajian Rutin” (KANTIN) dan KAFITA (Kajian Fiqih Wanita) yang dilakukan di sore hari. Selain pengajian, di IPB juga dilakukan kegiatan MOC (Management Of Change) semacam pemberian motivasi kepada mahasiswa.

IPB memusatkan semua kegiatan kerohanian di Masjid AL-HURRIYYAH, masjid itu merupakan masjid kampus yang tidak pernah sepi dari kegiatan, banyak mahasiswa yang tidak hanya sekedar sholat saja disana, tetapi juga melakukan kegiatan mentoring, pengajian, diskusi, dan ada juga yang sekedar berkumpul dengan teman. Di lingkungan majid juga banyak yang berjualan buku-buku islami. Masjid Al-Hurriyyah merupakan elemen penting dalam kegiatan rohani di IPB, ukurannya yang sangat besar (masjid kampus terbesar kedua di Indonesia) menjadikannya sebagai pusat kegiatan mahasiswa muslim di IPB.

Teknik Geologi Islami

PIC_0144

Idealnya untuk membuat kampus geologi menjadi islami, contohlah IPB dimana yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa adalah mesjid, Nabi Muhammad SAW ketika sampai di mekkah juga langsung mendirikan mesjid, bukannya mendirikan benteng atau istana, karena mesjid merupakan pusat kekuatan umat islam.

Untuk itu alangkah baiknya jika kampus teknik geologi mempunyai minimal mushola yang walaupun sederhana tapi setidaknya layak dan dapat digunakan untuk aktivitas mahasiswa, terutama rohis. Alangkah beruntungnya anak-anak jurusan ilmu kelautan yang sekarang telah mempunyai mushola sendiri hasil dari sumbangan para dosennya, walaupun sederhana tetapi sangat berguna.

Mesjid IPB yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa, selain merupakan tempat beribadah juga merupakan tempat yang asyik untuk nongkrong, ngumpul-ngumpul sekaligus silaturahmi sesama teman, tempat mengisi waktu luang seraya menunggu jam kuliah. Alangkah indahnya kampus geologi jika mempunyai mushola yang berfungsi seperti mesjid di IPB itu.

Mushola itu juga dapat kita kembangkan sedemikian rupa sehingga akan menjadi sangat bermanfaat, seperti menjadikannya perpustakaan islami dengan cara mengumpulkan buku-buku islam yang dapat dibaca secara gratis disana, di pintu masuk mushola didirikan mading (majalah dinding) islami yang berisi tentang berita seputar dunia islam, juga merupakan wadah penampung kreasi seni mahasiswa. Biaya untuk mengurus mushola, buku-buku perpustakaan islami, dan mading dapat diperoleh dengan cara meminta sumbangan sukarela dari para mahasiswa dan dosen serta staff TU dengan metode “celengan mesjid” setiap hari jumat.

Rahasia IPB dalam keberhasilannya membuat para mahasiswi-nya mengenakan jilbab tanpa paksaan adalah karena suasana lingkungan yang sangat mempengaruhi, selain itu mahasiswa IPB yang baru masuk di asramakan, di asrama itulah mereka dididik dan diajarkan tentang islam oleh suatu lembaga yang bernama Dewan Keluarga mesjid (DKM) Al-Hurriyyah. Mereka tidak hanya menasehati mengenai peranan gimana sih wanita muslim itu tapi mereka juga memperlihatkannya melalui tingkah laku mereka, Makanya wanita disini banyak yang tertarik sehingga mengikuti tarbiyah (pembinaan pendidikan mengenai islam).
Sehingga ketika ditanya apakah mereka terpaksa memakai jilbab, mereka menjawab dengan tegas “tidak”. Selama di asrama, IPB memberlakukan aturan-aturan yang sangat ketat seperti, batas jam kunjungan 20.00 dan tidak boleh ada diluar asrama diatas jam 22.00. Tahun ini UNDIP juga memakai system asrama, itu merupakan suatu kesempatan baik bagi kita untuk mencontoh IPB.

Keindahan Kampus “Teknik Geologi Islami”

GdUngKu

Tujuan kita disini adalah menciptakan keindahan suasana kampus yang islami, Keindahan dari kampus islami adalah lingkungan yang sangat kondusif, hal itu membuat mahasiswa lebih dapat meningkatkan ilmunya baik itu mengenai ilmu pengetahuan maupun mengenai islam. Untuk menciptakan suasana yang seperti itu, haruslah didukung oleh semua pihak. Kita juga tidak bisa langsung mengubah kebiasan yang telah ada dikampus kita sekarang ini secara mendadak, semua itu butuh proses. Tentu kita mulai dari diri kita dulu, dan dari hal-hal yang kecil, kita berusaha menjadikan suasana kampus kita islami, kita harus dapat memberi contoh yang baik kepada angkatan baru, kita harus dapat menunjukkan suatu sikap dan kebiasaan yang islami di kampus geologi kita, sehingga anak-anak angkatan 2007 lalu 2008 akan mengikuti kebiasaan yang kita lakukan itu, dan Insya Allah mahasiswa angkatan 2009 akan menjadi seperti mahasiswi-mahasiswi IPB yang mengenakan jilbab bukan karena terpaksa tetapi karena kesadaran sebagai wanita muslim. Para mahasiswa yang selalu menebarkan senyum, bersalaman serta mengucap salam bila bertemu, mushola kita tidak hanya menjadi ramai ketika waktu sholat saja tetapi juga ramai setiap saat karena selalu dipakai untuk belajar, mentoring, berdiskusi, dan lain-lain.

Bayangkan bagaimana jadinya lulusan teknik geologi UNDIP yang telah dididik di dalam suasana kampus yang islami, tentu mereka mempunyai hati yang sehat dan iman yang kuat, sehingga mereka menjadi geologist-geologist yang bertakwa kepada Allah SWT, dan merekalah sumber daya manusia unggul yang dimiliki Indonesia.

Memang kita tidak perlu mencontoh semua yang dilakukan IPB, IPB merupakan salah satu referensi kita untuk menjadikan kampus geologi islami. Kita dapat mencontoh hal-hal yang sesuai dan dapat diterapkan di kampus kita, dan bisa menambah hal-hal baru untuk menjadikan kampus islami kita nanti lebih baik dari IPB.

2 Responses to Indahnya Kampus Islami (Geo-Islami)

  1. Ghozali says:

    Semoga bisa tercapai Mas cita-citanya. Amien……….
    Ni rencana mau buka perpus RNA, ya kalo ada rezeki bisa shadaqoh buku2 Mas……

  2. aveliansyah says:

    RNA harus kembali kepada kejayaan 4 tahun lalu, dimasa akh ramdhoni..

    semoga RNA bener2 bisa menjadi cahaya yg menerangi bumi geologi undip khususnya, indonesia dan dunia khususnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: