Ini adalah hari kedua Andik Vermansyah memegang kaos pemberian David Beckam..
Temen gw : Itu tulisan David Beckam nya kurang huruf “H”
Gw : Oke, gw ralat.. maksud gw H.David Beckam
dan sesuai janji Andik, bahwa ia tidak akan mencuci kaos tersebut sampai 3 hari. Gw yakin kaos tersebut masih terus ia pandangi, ia pajang di kamar, atau mungkin ia peluk selagi tidur, yang pasti Andik adalah salah satu orang yang beruntung dan ia pasti sangat bersyukur akan hal itu.

Tidak jauh dari Gelora Bung Karno, tepatnya di kawasan Tebet Barat Dalam, seorang striker lincah asal Bengkulu, dan disebut sebagai Alesandro Pato-nya Indonesia, juga merasakan hal yang kurang lebih sama dengan Andik, dia adalah Aveliansyah (gue)!
Lebih kurang 1 bulan yang lalu, gw juga merasakan hal yang mirip dengan Andik, yaitu mendapatkan pemberian yang istimewa dari sang Idola, bedanya jika Andik mendapatkan kaos seragam LA Galaxy, sedangkan gw mendapatkan Slayer AC Milan (klub kesukaan gw). Bedanya lagi jika andik menerimanya dari pesepakbola handal (H.David Beckam), sedangkan gw mendapatkannya dari geologist handal, fenomenal, dan idola semua geologist muda Indonesia (Dr.Andang Bachtiar).

dari kiri ke kanan : Avelsandro Patoliansyah, Alesuwondo Nesta, Zlatan Hikmadanovic
Slayer tersebut merupakan oleh-oleh yang beliau bawakan langsung dari Milan sewaktu beliau presentasi paper di konferensi internasional di Milan, Italia. Walaupun sudah 1 bulan berlalu, akan tetapi slayer tersebut masih setia menemani gw bekerja, belajar, dan beraktivitas. Mungkin akan beda rasanya jika slayer ini gw beli sendiri, atau mendapatkannya dari orang lain, berhubung ini slayer gw dapetin dari idola, panutan, dan tokoh inspiratif gw, maka slayer ini begitu bermakna. Gw berjanji ini slayer bakal menemani gw kemanapun gw berada, dan di belahan bumi manapun gw berdiam.
salam,
yang sedang belajar GEOLOGI

Siksa Vel….tapu abang punya slayer keramat, dan khusus pada tempat tertentu dipakai….wkwkwkwk
prosedur pemesanannya bagaimana ya?