Konflik Timur Tengah dan Krisis Minyak Dunia

Konflik!!!

Begitulah sekarang berita yang menghiasi media cetak dan elektronik beberapa waktu belakangan ini, semua mata dunia sedang tertuju pada satu tempat yang terkenal dengan kekayaan minyakbumi nya, timur tengah dan afrika utara.

look at the picture! see anything strange?

Pasca kerusuhan di Mesir yang berhasil menggulingkan Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa 30 tahun, layaknya efek domino, jatuhnya hosni mubarak juga mengguncang kekuasaan sang diktator dari negara tetangganya Libya, Moammar Gaddafi.

Konflik Mengakibatkan Krisis

Krisis politik yang terjadi di negara-negara produsen 40% minyak dunia tersebut jelas akan berimbas kepada gejolak harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh angkat tertinggi sejak Agustus 2008 lalu, yaitu mencapai 119,79 US dollar per barel pada 24 Februari 2011 kemarin (Republika.com).

Jika kita melihat kebelakang, harga minyak pernah mencapai level tertinggi, yaitu mencapai US$ 147 per barel pada pertengahan tahun 2008, lalu tak lama kemudian diikuti dengan kolapsnya ekonomi dunia, terutama di negara-negara  maju. Krisis ekonomi dunia menyebabkan investasi menurun, dan kegiatan eksplorasi minyakbumi pun menjadi terhambat untuk menemukan cadangan-cadangan minyak yang baru.

Kemudian pada pertengahan 2009,  harga minyak kembali turun, bahkan sempat di bawah US$ 40 per barel. Ekonomi dunia mulai pulih, dan kemudian harga minyak stabil di kisaran US$ 60-70 per barel. Saat ekonomi dunia pulih sepenuhnya maka permintaan energi dunia kembali akan meningkat. Akan tetapi, akibat lesunya investasi di sektor migas pasca krisis 2008, peningkatan kembali permintaan terhadap minyak tidak mampu segera diimbangi oleh peningkatan pasokan.

Lalu bagaimana kondisi pada tahun 2011? Gamil Abdullah (2011) meramalkan bahwa harga minyak akan terus meningkat jika pasokan minyak ke negara barat mengalami hambatan, karena konflik di Timur Tengah membuat para investor khawatir lalu lintas tanker minyak di terusan Suez terganggu, sehingga fluktuasi harga minyak dunia sendiri aka sangat bergantung kepada kondisi politik timur tengah dan afrika utara.

Kondisi Indonesia

Sejak tahun 2004 Indonesia menjadi negara net importir minyak, artinya Indonesia sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Kenaikan harga minyak dunia tentu saja akan merugikan Indonesia, karena hal tersebut akan membuat biaya anggaran subsidi minyakbumi membengkak. Kebijakan untuk membatasi BBM bersubsidi pun mulai mencuat, dan jika sampai terjadi pengurangan subsidi BBM sehingga membuat harga BBM menjadi naik, bisa dipastikan akan menimbulkan banyak protes yang “mungkin” dapat memunculkan konflik kembali.

Indonesia pun sekarang tidak lepas dari konflik, bangsa ini seakan-akan lupa tentang bencana yang menimpa negeri ini sepanjang tahun 2010 kemarin, solidaritas yang selama ini dibangun perlahan mulai tercemari oleh beberapa konfilk yang mengatasnamakan agama. Isu-isu kecil diperbesar dan menghiasi berbagai media, Isu-isu besar perlahan mulai hilang dan tertutupi. ditambah lagi Nurdin Halid bersikeras tidak mau turun dari jabatannya. Saya pribadi sangat mengkhawatirkan kondisi masyarakat belakangan ini, dimana masyarakat sangat mudah untuk terprovokasi, hal ini tentu saja akan menjadi senjata ampuh bagi segelintir orang yang ingin memanfaatkan kondisi ini demi kepentingan golongan.

Indonesia bukan lagi negara yang kaya akan sumber daya alam, buktinya Indonesia sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan energi dalam negeri. Energi alternatif belum dikembangkan dengan baik, dan ketergantungan terhadap minyakbumi masih sangat besar.  Ditambah lagi, ladang minyakbumi Indonesia seperti terjajah oleh asing, Pertamina belum berhasil mendapatkan peran strategis dalam percaturan dunia industri migas dalam negeri, baru-baru ini tersiar kabar bahwa blok Alpha Natuna yang disinyalir memiliki cadangan gas yang sangat besar, akan diserahkan pengelolaannya kepada Exxon mobil, tentu saja ini merupakan berita buruk untuk masa depan industri migas tanah air.

 

Referensi :

Abdullah, G., 2011, Berakhirnya Era Harga Minyak Rendah (?). Milist Migas Indonesia

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/02/26/166302-kekhawatiran-pasokan-berlanjut-harga-minyak-naik

http://www.migas.esdm.go.id/tracking/berita-kemigasan/detil/256666/OPEC-Siap-Tambah-Pasokan-HARGA-BRENT-TEMBUS-US$-107,15-PER-BAREL

 

Salam,

yang Sedang Belajar Geologi

About these ads

One Response to Konflik Timur Tengah dan Krisis Minyak Dunia

  1. Anugrha13 says:

    semoga kondisinya akan segera pulih supaya saya bisa segera mengumpulkan pundi yang banyak hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 856 other followers

%d bloggers like this: